Begini Kejanggalan-Kejanggalan Ledakan Dahsyat Lebanon

- Admin

Minggu, 9 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beirut, inikepri.com – Penyelidikan ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, yang menewaskan lebih dari 100 orang masih terus berlanjut. Sejauh ini amonium nitrat yang tersimpan di pelabuhan masih menjadi faktor utama penyebab ledakan.

Kendati demikian banyak pertanyaan dan kejanggalan yang mengenai ledakan mematikan ini. Berikut kejanggalan yang masih menjadi pertanyaan publik.

1. Mengapa Amonium Nitrat Disimpan Bertahun-tahun?

Kejanggalan pertama mengapa senyawa kimia yang mudah meledak itu bisa disimpan selama bertahun-tahun (sejak 2013) di pelabuhan di Lebanon. Padahal kapten kapal kargo yang membawa bahan kimia mudah meledak itu mengatakan sejak awal benda itu seharusnya tidak disimpan di Beirut. Adakah maksud lain dari penyimpanan senyawa kimia itu mengingat Lebanon adalah negara yang kerap terlibat konflik bersenjata?

“Mereka menjadi serakah,” kata Boris Prokoshev, kapten kapal Rhosus yang membawa amonium nitrat itu dari Georgia menuju Mozambik.

Prokoshev mengatakan pemilik kapal memintanya untuk singgah ke Lebanon untuk mengambil kargo tambahan. Berlabuhnya Rhosus di Beirut tidak pernah direncanakan sebelumnya.

Baca Juga :  Warga Arab Saudi Rayakan Halloween untuk Pertama Kali

Menurut Prokoshev, saat diminta singgah di Beirut melewati Mediterania kapal itu sudah memuat 2.750 ton amonium nitrat. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Afrika, awak kapal diminta memuat alat berat untuk konstruksi jalan dan membawanya ke Pelabuhan Aqaba, Yordania.

Namun kapal tidak pernah meninggalkan Beirut, karena gagal membawa kargo tambahan itu. Awak kapal justru harus terlibat urusan hukum yang berkepanjangan. “Itu tidak mungkin, itu dapat menghancurkan seluruh kapal dan saya katakan tidak,” kata Prokoshev yang kini sudah pensiun dan tinggal di Sochi, Rusia.

2. Mengapa Kapal Ditinggalkan Begitu Saja di Beirut?

Persoalan lain yang menjadi pertanyaan mengapa kapal itu ditinggalan begitu saja di Beirut dan tak pernah diurus. Kapten dan pengacara yang mewakili sejumlah kreditor menuduh pemilik kapal meninggalkan kapalnya dan melarikan diri agar tidak ditangkap.

Baca Juga :  Inflasi Singapura Catat Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun

Berdasarkan laporan Maritime Bulletin pihak berwenang Lebanon awalnya tidak mengizinkan kapal itu meninggalkan pelabuhan karena cek untuk membayar tagihan berlabuh palsu.

Pemilik kapal yang bernama Igor Grechuskin dinyatakan bankrut dan meninggalkan kapal itu begitu saja. Tak hanya itu yang menjadi pertanyaan lain mengapa pembeli amonium nitrat dari Mozambik tidak meminta barang mereka?

Sementara itu Kapten kapal dan tiga orang awak menghabiskan 11 bulan di dalam kapal sambil mengikuti persoalan hukum di Lebanon. Mereka tidak digaji dan hanya diberi pasokan makanan yang terbatas. Ketika mereka pulang, amonium nitrat di Rhosus belum dikeluarkan.

Asap mengepul dari lokasi ledakan yang melanda pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020. – (AP/Hussein Malla)

3. Mengapa Amonium Nitrat Disimpan di Hanggar?

Atas alasan keamanan muatan kapal tersebut dikeluarkan dan disimpan di dalam hangar. Berdasarkan pernyataan Prokoshev, bila Rhosus berhasil memuat kargo tambahan. Kemungkinan besar amonium nitrat itu tidak berada di Beirut.

Baca Juga :  DPP GARPU Temu Ramah dan Doa Bersama di Perwakilan NasDem Malaysia

“Kargonya sangat mudah meledak, itulah mengapa kami mempertahankannya di kapal ketika kami di sana, amonium nitrat memiliki konsentrasi yang sangat tinggi,” kata Prokoshev.

Prokoshev mengatakan ledakan berawal dari pemerintah Lebanon yang menahan Rhosus di pelabuhan. “Mereka mengetahui dengan baik betapa berbahayanya kargo itu, pendapat saya, mereka bahkan harusnya membayarnya (pemilik kapal) untuk segera membawa keluar kargo itu dari pelabuhan, benar-benar memusingkan kepala, tapi mereka justru menahan kapal,” kata Prokoshev seperti dilansir dari Aljazirah.

Petugas melakukan evakuasi dan penyelamatan kepada warga yang terkena ledakan di Lebanon.

Petugas melakukan evakuasi dan penyelamatan kepada warga yang terkena ledakan di Lebanon.

Pemerintah Lebanon pun mengaku sudah ada peringatan bahwa senyawa kimia itu bisa meledak sewaktu-waktu. Namun hingga tragedi terjadi, peringatan itu hanya sebatas peringatan.

Sumber : www.aksi.id

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB