Nasi Putih Bisa Memicu Diabetes?

- Publisher

Sabtu, 29 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Nasi putih adalah makanan utama yang populer di Indonesia.

Sayangnya, hidangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia ini digadang-gadang bisa memicu obesitas. Riset yang dilakukan ilmuwan dari Harvard School of Public Health juga membuktikan konsumsi nasi putih terllau sering bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Riset dilakukan dengan meneliti 352.000 orang dari negera China, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat selama 22 tahun.

Dari hasil peneltian, terungkap bahwa mengonsumsi tiga hingga empat porsi nasi putih sehati 1,5 kali lebih tinggi risikonya untuk mengalami diabetes.

BACA JUGA:  Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Mengapa nasi putih bisa meningkatkan diabetes?

Belum jelas apa yang membuat nasi putih bisa memicu diabetes. Namun, para peneliti menduga hal ini disebabkan karena indeks glikemiknya yang tinggi.

Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat tubuh mengubah karbohidrat menjadi gula yang dapat diserap ke dalam aliran darah.

Indeks glikemik dianggap rendha jika berada di bawah 55. Indeks glikemiks tergolong tinggi jika berada d atas 70.

Sedangkan dalam 150 gram nasi putih memiliki indeks glikemis sekitar 72. Makanan dengan indeks glikemiks yang rendah aman dikonsumsi untuk penderita diabetes karena tidak menyebabkan lonjaka gula darah.

BACA JUGA:  Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan

Sebaliknya, makanan dengan indeks glikemik yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Itu sebabnya, mengonsumsi nasi putih berpotensi meningkatkan risiko diabetes.

Cara aman mengonsumsi nasi putih

Namun, bukan berarti kita tidak bisa mengonsumsi nasi putih agar terhindar dari risiko diabetes.

Jika Anda pernah didiagnosis menderita diabetes, mengonsumsi nasi putih dalam jumlah sedang terhitung aman bagi kesehatan.

Namun, pastikan kita mengetahui jumlah karbohidrat dan indeks glikemik makanan yang kita konsumsi.

Orang yang telah didiagnosis mengalami diabetes tidak boleh mengonsumsi karbohidrat lebih dari 45 higga 60 gram setiap kali makan.

BACA JUGA:  Minum Susu Setelah Minum Obat, Berbahaya Kah?

Makanan yang kita konsumsi sebaiknya mengandung 25 persen protein, 25 persen biji-bijian dan makanan bertepung, dan 50 persen sayuran.

Kita juga bisa mengonsumsi satu posi buah atau susu sebagai pendamping. Hindari pula mengonsumsi nasi putih yang berasa dari varietas beras berbiji pendek karena kandungan glikemiksnya yang tinggi.

Selain itu, hindari memasak nasi dalam waktu yang terlalu lama karena dapat meningkatkan kadar indeks glikemiks nasi.

Sumber : www.kompas.com

Berita Terkait

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Berita Terbaru