Diduga Terlibat Korupsi, 2 Pangeran Arab Saudi Dipecat

- Admin

Rabu, 2 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeddah, inikepri.com – Dua orang Pangeran Arab Saudi dipecat oleh Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud usai diduga terlibat dalam kasus korupsi di Kementerian Pertahanan Saudi. Raja Salman juga menyebut keduanya diselidiki bersama empat pejabat militer lainnya.

Sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (1/9/2020), pencopotan itu diumumkan melalui dekrit Kerajaan Saudi yang dirilis Selasa (1/9) pagi waktu setempat. Dijelaskan dalam dekrit itu bahwa Pangeran Fahd bin Turki bin Abdulaziz al-Saud dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Pasukan Gabungan koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

Disebutkan pula bahwa Pangeran Abdulaziz bin Fahd, yang merupakan putra Pangeran Fahd, dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur al-Jouf.

Baca Juga :  Warga Arab Saudi Rayakan Halloween untuk Pertama Kali

Dekrit itu menyebutkan bahwa keputusan pencopotan didasarkan pada surat perintah Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), kepada Komisi Antikorupsi untuk menyelidiki `transaksi keuangan mencurigakan pada Kementerian Pertahanan`.

Diketahui bahwa setelah menjadi Putra Mahkota Saudi pada tahun 2017, MBS meluncurkan kampanye antikorupsi yang menindak tegas sejumlah besar Pangeran Saudi, para menteri dan pengusaha Saudi. Orang-orang penting itu ditahan di hotel mewah Ritz-Carlton di Riyadh dan sebagian besar dibebaskan setelah tercapai penyelesaian dengan negara, yang tidak dijelaskan lebih lanjut ke publik.

Baca Juga :  Empat Jemaah Haji Anambas Kloter 17 BTH Tiba di Madinah, Siap Jalani Ibadah di Masjid Nabawi

Kampanye antikorupsi besar-besaran oleh MBS diakhiri setelah 15 bulan berlangsung, namun otoritas Saudi menyatakan kampanye antikorupsi yang menargetkan pegawai pemerintah tetap berlanjut. Pada Maret lalu, otoritas berwenang setempat menangkap hampir 300 pejabat pemerintah, termasuk para pejabat militer dan keamanan, atas tuduhan penyuapan dan eksploitasi jabatan publik.

Sementara itu, menurut media lokal, Arab News, Pangeran Fahd yang dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Pasukan Gabungan Koalisi Saudi di Yaman, diketahui sebelumnya pernah menjabat Komandan Pasukan Angkatan Darat Kerajaan Saudi, unit pasukan terjun payung dan pasukan khusus Saudi. Ayahnya merupakan mantan Wakil Menteri Pertahanan Saudi.

Baca Juga :  Arab Saudi Bakal Pancung Kepala Pendakwah Sistem Khilafah

Dekrit Kerajaan Saudi itu pun menyebutkan bahwa MBS menunjuk Letnan Jenderal Mutlaq bin Salem bin Mutlaq al-Azima sebagai pengganti Pangeran Fahd.

Untuk diketahui, Koalisi pimpinan Saudi di Yaman melancarkan operasi militer sejak tahun 2015 untuk memerangi pemberontak Houthi yang melengserkan pemerintah Yaman yang didukung Saudi. Konflik Yaman selama ini dipandang sebagai perang proxy antara Saudi dengan Iran yang mendukung Houthi.

Sumber : www.detik.com

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB