Dikira Pedemo, Dosen Ini Babak Belur Diduga Dipukuli, Padahal Sudah Tunjukkan KTP

- Publisher

Senin, 12 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Twitter/@PBHI_Nasional)

(Twitter/@PBHI_Nasional)

Makassar, inikepri.com – Tindakan represif dan arogan anggota kepolisian RI kembali terulang. Kali ini yang jadi korban bukan rakyat jelata lagi papa, tapi seorang dosen yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Dosen yang mengalami nasib nahas itu adalah AM (27 tahun). Dia diduga dipukuli oleh sejumlah oknum polisi di tengah berlangsungnya demonstrasi menolak Omnibus Law di Makassar beberapa hari lalu.

Oleh polisi-polisi yang memukulinya, AM dituduh sebagai pedemo. Padahal, AM sudah menjelaskan bahwa dia adalah seorang dosen dan bukan pedemo, dan dia juga sudah menunjukkan KTP-nya. Namun, penjelasannya tidak digubris.

Kasus ini pun menjadi sorotan Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) serta para akademisi di seluruh Indonesia, terutama Makassar.

Menurut PBHI, AM dianiaya oleh sejumlah oknum polisi pada Kamis, 8 Oktober 2020.

BACA JUGA:  Wow! Pelakor Ini Minta DPR Tolak Omnibus Law, Ancam Dilaporin ke Istri

Awalnya, pada pukul 19:51 WITA, AM meninggalkan rumah untuk menuju ke warung makan yang ada di Racing. 

Kemudian sekitar pukul 21:20 WITA, AM tiba di tempat makan. Sehabis makan, AM bergegas untuk mencari warung fotokopi yang ada di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

“Karena banyak kerumunan massa #TolakOmnibusLaw sehingga sodara AM menyempatkan diri duduk di bale-bale depan Alfamart untuk memantau situasi,” tulis akun Twitter PBHI.

Selanjutnya pada pukul 21:39 WITA, polisi menyisir jalan dari dua arah sehingga AM terjebak dalam kerumunan massa. 

AM saat itu ingin menghindari kepulan gas air mata, namun dihadang oleh beberapa anggota kepolisian yang langsung mengangkat kerah bajunya dan memukulinya di bagian pipi sebelah kanan.

Pada saat yang bersamaan AM berusaha untuk menjelaskan bahwa dirinya bukan termasuk massa aksi TOLAK OMNIBUS LAW dan menjelaskan identitas dirinya bahwa AM adalah seorang dosen dan menunjukkan KTP-nya.

BACA JUGA:  Felix Siauw Serukan Khilafah Lewat HTI, Denny Siregar: Kebongkar Semua!

“Namun beberapa oknum polisi dengan membabi buta memukuli saudara AM sehingga sodara AM terjatuh dan diinjak-injak oleh oknum polisi, setelah itu sodara AM berusaha terbangun kemudian terjatuh lagi karena oknum polisi masih memukuli AM di bagian kepala dan di bagian paha menggunakan tameng,” lanjut akun PBHI.

Kejadian ini pun dikecam oleh Akademisi Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Dr Fahri Bachmid.

“Kami sangat menyesalkan sekaligus mengecam tindakan tidak profesional dan melawan hukum yang dilakukan oleh aparat,” ujar Fahri Bachmid, Senin (12/10/2020).

Menurut Fahri, tindakan kekerasan oknum aparat tersebut melanggar HAM dan prinsip dasar hak asasi, yang diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

BACA JUGA:  Polri Bongkar Peran 3 Petinggi KAMI: Jumhur, Syahganda, Anton

Tindakan itu juga melanggar Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Padahal, peraturan itu adalah pedoman yang wajib dipegang oleh setiap anggota maupun institusi kepolisian Republik Indonesia, tambah Fahri.

“Kami melihat apa yang dialami oleh korban adalah sebuah tindakan penganiayaan yang tergolong brutal dan sangat melanggar HAM,” katanya.

 

Hingga berita ini ditulis, pihak Polda Sulawesi Selatan belum memberikan pernyataan terkait peristiwa memalukan tersebut. (RM/Indozone)

Berita Terkait

Viral! Video Nelayan Belakangpadang Diduga Ditabrak Kapal Polisi Singapura, Perahu Terbalik di Tengah Laut
Bikin Geram! Remaja Putri Dibully di Belakangpadang, Jilbab Ditarik hingga Kepala Dipukul, Perekam Malah Tertawa, Warga Desak Polisi Bertindak
Viral Tarif Sampah Rp497 Ribu di Batam, DLH Bantah Surat Swasta Mengatasnamakan Mitra Resmi
Benarkah Ini UFO? Penampakan Objek Misterius di Laut Natuna, Mirip Rekaman Rahasia Pentagon
Heboh di Batam, Beras Harumas Dikeluhkan Konsumen: Diduga Turun Mutu, Nasi Lembek hingga Cepat Basi
Out of The Box! Open Trip ke SP Plaza Batu Aji Ramai Peminat, Ada yang Ingatkan Wajib Bawa Paspor
Rezeki Tak Terduga: Lansia di Penang – Malaysia Menang Lotre Rp170 M
Terjadi Lagi! Supir Truk Ugal-ugalan di Batam, Ditegur Malah Memepet Mobil dan Turun Bak ‘Bang Jago’

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:30 WIB

Viral! Video Nelayan Belakangpadang Diduga Ditabrak Kapal Polisi Singapura, Perahu Terbalik di Tengah Laut

Minggu, 14 Juni 2026 - 03:26 WIB

Bikin Geram! Remaja Putri Dibully di Belakangpadang, Jilbab Ditarik hingga Kepala Dipukul, Perekam Malah Tertawa, Warga Desak Polisi Bertindak

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:49 WIB

Viral Tarif Sampah Rp497 Ribu di Batam, DLH Bantah Surat Swasta Mengatasnamakan Mitra Resmi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:54 WIB

Benarkah Ini UFO? Penampakan Objek Misterius di Laut Natuna, Mirip Rekaman Rahasia Pentagon

Minggu, 12 April 2026 - 17:30 WIB

Heboh di Batam, Beras Harumas Dikeluhkan Konsumen: Diduga Turun Mutu, Nasi Lembek hingga Cepat Basi

Berita Terbaru