Selasa, 19 Januari 2021
log
Ikuti Kami di :
31 Okt 2020
(ist)
(ist)

Bukittinggi, inikepri.com – Pengendara motor gede (Moge) Harley-Davidson Owner Grup terlibat aksi 2 personil TNI di Bukit Tinggi hingga dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya hanya melakukan penganiayaan, pelaku juga melakukan pengancaman akan menembak korban masing-masing Serda Mistari dan Serda Yusuf.

Pihak kepolisian menetapkan masing-masing tersangka atas nama Mechael Simon dan Bambang Septian Ahmad.

Mechael Simon dan Bambang Septian Ahmad. (Ist)

Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti ditetapakan tersangka.

“Iya mereka sudah minta maaf, tapi proses hukum tetap berlanjut dan telah ditetapkan dua tersangka sesuai alat bukti dan keterangan saksi,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara kepada wartawan, Sabtu (31/10/2020).

Akibat penganiayaan tersebut Serda Mistari mengalami luka bibir pecah, kepala bengkak bengkak akibat dipukuli.

Sedangkan Serda Yusuf mengalami kepala bengkak akibat dipijak, leher sakit, perut memar akibat tendangan.

Sebelumnya Jum’at 30 Oktober 2020 pukul 16.40 WIB dilaporkan telah terjadi tindakan penganiayaan terhadap dua anggota Unit Intel Kodim 0304/ Agam oleh rombongan motor Harley Davidson (Moge) di Simpang Tarok Kel. Tarok Dipo Kec. Guguk Panjang Kota Bukittinggi.

Kronologinya sekitar pukul 16.40 WIB Serda Mistari bersama Serda Yusuf berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat melintas Jln. Dr Hamka Kel. Tarok Dipo Kec. Guguk Panjang Kota Bukittinggi.

Dari kejauhan terdengar suara sirene mobil Patwal Polres Bukittinggi, mendengar suara sirene tersebut Serda Yusuf meminggirkan kendaraannya dan memberikan jalan kepada mobil Patwal Polres Bukittinggi dan diiringi oleh rombongan motor Harley Davidson.

Setelah habis rombongan Serda Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Makodim, namun dari belakang datang rombongan motor Harley Davidson yang terpisah dari rombongan dan menggeber motornya sehingga Serda Yusuf terkejut dan hampir jatuh.

Karena kejadian tersebut Serda Yusuf mengejar dan memberhentikan motor Harley Davidson tersebut, namun setelah berhenti rombongan Motor Harley Davidson langsung mengejar Serda Yusuf dan mengeroyok Serda Yusuf dan Serda Mistari.

Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menyampaikan bahwa mereka adalah Anggota TNI, namun tidak didengar dan diancam akan ditembak.

Seketika dengan kejadian tersebut, masyarakat ramai dan ada yang sempat merekam video kejadian tersebut dan melerai pemukulan terhadap 2 (Dua) orang tersebut oleh rombongan motor Harley Davidson.

Video : Klik Link ini

Setelah dilerai masyarakat, rombongan motor Harley Davidson melanjutkan perjalanan menuju Novotel Kota Bukittinggi, sedangkan Serda Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Piket Kodim 0304/Agam.

Akibat kejadian tersebut, anggota Kodim 0304 /Agam tidak menerima perlakuan penganiayaan dan pemukulan terhadap dua orang anggota tersebut yang dilakukan oleh Rombongan Motor Harley Davidson (Moge).

Sekitar pukul 20.25 WIB anggota kodim sekitar 50 orang mendatangi Polres Bukittinggi karena pada saat bersamaan anggota rombongan motor Harley Davidson dibawah pimpinan Letjen (Purn) Jamaris Chaniago mendatangi Polres Bukittinggi saat melakukan silaturahmi pada Kapolres Bukittinggi AKBP Dodi Prawiranegara. 

Sementara itu Letkol Arh Yosip Brozti Dadi SE,M. Tr.(Han) Dandim 0304/Agam menerima perintah langsung dari pangdam I /Bukit Barisan Mayjen Irwansyah untuk melaporkan kasus penganiayaan itu secara resmi ke Polres Bukittinggi.

Hingga akhirnya ditetapkan lah dua orang tersangka atas kejadian penganiayaan terhadap 2 orang Anggota Kodim 0304/Agam. (ER/Indozone)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x