Senin, 26 Juli 2021
Ikuti Kami di :
19 Jul 2021
Ustaz Abdul Somad (UAS)
(FOTO/IST)

INIKEPRI.COM – Ustaz Abdul Somad atau UAS belum lama ini mengatakan, memakan daging babi bisa jadi hukumnya tidak haram. Karena, ada momen tertentu yang membuat daging babi menjadi halal. Lalu, bagaimana penuturan lengkapnya?

Banyak yang mengatakan—terutama dari kalangan nonmuslim, bahwa makanan dari olahan babi merupakan santapan lezat yang memiliki tekstur unik. Bahkan, laman VOX menempatkan daging babi sebagai daging terbaik di dunia, jauh melebihi daging sapi, kambing, maupun kerbau.

Meski demikian, bagi umat muslim, babi merupakan hewan yang haram dikonsumsi. Bahkan, larangan itu tertulis dengan jelas di kitab suci Alquran. Namun, menurut UAS, tak selamanya menyantap makanan tersebut haram, alias bisa saja halal di momen tertentu.

“Babi itu haram, tapi makan babi tidak selamanya haram,” ujar UAS saat menghadiri diskusi virtual bersama IDI, dikutip Minggu 18 Juli 2021.

Lebih jauh, dia menjelaskan, babi yang dipotong dengan menyebut nama Allah, tidak membuat dagingnya menjadi halal. Bahkan, saat dimasak di rumah makan muslim, makanan tersebut tetap haram dikonsumsi. Namun, ada satu momen yang membuatnya menjadi halal.

“Babi tidak bisa jadi halal. Babi dipotong atas nama Allah, tetap haram. Babi direndang atau digulai, tetap haram. Babi dimasak rumah makan muslim, juga haram. Tapi makan babi bisa halal. Nah, gimana ceritanya?” tuturnya.

UAS jelaskan kapan makan babi jadi halal

4.5 4 votes
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Populer

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x