Satu jam kemudian, Winda mengendarai sepeda motor Honda Revo sedangkan Samaria mengendarai sepeda motor Honda Beat BB 5312 MT mendatangi rumah Antonius Zebua untuk mengambil besi ulir yang dititipkan Marten dan saat itu yang memberikan besi itu adalah istri Antonius Zebua, yaitu Eva Setiawati Gulo.
Selanjutnya, dari rumah Antonius, Winda dan Magdalena berboncengan dengan sepeda motor Winda menuju Jalan Terminal Baru Sipansihaporas. Sementara sepeda motor Samaria dititipkan di rumah Antonius.
Pada pukul 21.30 WIB, Marten mengajak Ayu untuk jalan-jalan selagi putri kandungnya tertidur dengan menaiki sepeda motor Honda Vario milik Marten menuju Jalan Terminal Baru. Sebelumnya, Marten sudah memberi arahan kepada Winda dan Samaria untuk segera menuju lokasi eksekusi.
Sebelum pergi jalan-jalan dengan Marten, Ayu sempat mengirim pesan WhatsApp kepada tetangganya yang bernama Methilda Lovely Saragih, dengan mengatakan “kakak aku berangkat sama Chandra (Marten), anak di rumah.”
Merasakan firasat buruk, Methilda memberitahukan pesan WhatsApp Ayu kepada Rosmina Harahap.
Setelah 10 menit menunggu, akhirnya Winda dan Samaria membuntuti Marten yang membonceng Ayu dari arah belakang.
Kemudian, Marten mengejar Winda dan Samaria dan menyalip sepeda motornya.
Ketika sudah bersebelahan, Samaria memukulkan besi ulir yang telah dipersiapkan ke arah kepala Ayu namun hanya mengenai bahu Ayu hingga menyebabkan motor yang dikemudikan Martenoleng hingga terjatuh.
Ayu sempat mengucap “Astagfirullah”. Ketika Ayu sudah jatuh di tanah, Marten pun melayangkan besi ulir itu ke kepala bagian belakang Ayu sebanyak dua kali hingga Ayu meninggal dunia seketika.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















