Covid-19, REI Usul Angsuran Kredit Rumah MBR Ditunda. Setuju?

- Publisher

Rabu, 25 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia membuat banyak sektor merasakan dampaknya. Salah satunya di sektor properti tanah air.

Menurut Paulus Totok Lusida, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (REI), banyak kredit rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terancam macet. 

Menurut Paulus Totok Lusida, hal itu sangat mengganggu pembangunan rumah bagi MBR tersebut.

Sampai saat ini, target pembangunan tahun 2020 mengalami penurunan antara 30-40 persen.

BACA JUGA:  Selamat Tahun Baru 2021, Iuran Kelas 3 Naik Mulai Besok

“Di sinilah kami sudah mengusulkan kepada pemerintah, juga kepada pihak perbankan, perihal adanya permintaan penundaan pembayaran angsuran (kredit rumah MBR),” kata Totok dalam telekonferensi, dikutip dari Viva.co.id, Rabu 25 November 2020.

Meski ada permintaan penundaan pembayaran angsuran, Totok menekankan bahwa perhitungan bunga angsuran akan tetap diperhitungkan. Namun, pembayarannya disarankan untuk ditunda sementara, selama masa pandemi Covid-19 ini belum berakhir.

BACA JUGA:  Projo ke Erick Thohir: Relawan Berkompeten Jadi Komisaris BUMN

Karena di sisi lain, saat ini pemerintah masih berupaya untuk pengadaan vaksin. Guna menuju ke proses vaksinasi massal Covid-19, dalam upaya mengakhiri pandemi.

“Jadi kurang lebih penundaan ini maksimal akan dilakukan selama enam bulan, dengan bunga yang tetap diperhitungkan,” kata Totok.

Totok pun berharap, melalui cara itu, maka konsumen atau MBR bisa merealisasikan impian untuk memiliki rumah. Hingga mampu mengurangi backlog perumahan.

Mengenai total jumlah backlog perumahan itu, Totok memastikan DPP REI tetap mencatatnya sebanyak 11,5 juta unit rumah. Sebabnya, pertumbuhan penduduk di Indonesia itu lebih kurang sekitar 3,5 juta jiwa per tahun.

BACA JUGA:  Menteri KP Minta Stok BBM untuk Nelayan Terjamin Aman

“Kalau jumlah itu (3,5 juta jiwa) dianggap sebagai pasangan, maka setidaknya kita butuh lebih kurang sekitar 1,5 juta unit rumah. Sehingga program pemerintah untuk membuat sejuta rumah itu sangat rasional, untuk mengurangi backlog tersebut,” tutupnya. (RM/Viva)

Berita Terkait

BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk
Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan
Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat
Prabowo Geram Soal Bea Cukai! Pimpinan Tak Mampu Diminta Diganti dan Tindak yang Melanggar

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:28 WIB

BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:44 WIB

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:40 WIB

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:17 WIB

Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:09 WIB

Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk

Berita Terbaru