Prabowo Geram Soal Bea Cukai! Pimpinan Tak Mampu Diminta Diganti dan Tindak yang Melanggar

- Publisher

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR. Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam pidatonya pada Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 itu, Prabowo menegaskan perlunya pembenahan serius di tubuh Bea Cukai sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi dan menutup kebocoran ekonomi negara.

“Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti,” tegas Prabowo di hadapan anggota DPR RI.

BACA JUGA:  Presiden: Benahi Regulasi yang Tumpang Tindih

Presiden juga meminta seluruh kementerian dan lembaga melakukan pembenahan internal secara serius, terutama terhadap praktik korupsi, penyalahgunaan kewenangan, hingga pungutan liar yang dinilai masih menghambat iklim usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh ragu menindak aparat yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Jangan ragu-ragu yang melanggar, tindak. Sekali lagi semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang dan praktik-praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia Bersamaan dengan Eks Ajudannya

Dalam pidato tersebut, Prabowo mengaku masih menerima banyak laporan dari para pelaku usaha terkait pungutan liar di lapangan. Keluhan itu, kata dia, menjadi sinyal bahwa reformasi birokrasi harus terus diperkuat agar pelayanan publik dan kegiatan ekonomi berjalan lebih sehat.

“Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua,” lanjut Presiden.

BACA JUGA:  Manfaatkan Potensi Desa, Wamen Budi Arie Apresiasi BUMDes Desa Bejiharjo

Sorotan terhadap Bea Cukai sebelumnya juga disampaikan Prabowo saat membahas kebocoran kekayaan negara yang disebut terjadi selama puluhan tahun akibat praktik seperti under invoicing, transfer pricing, hingga penyelundupan melalui pelabuhan.

Pemerintah menilai penguatan pengawasan di sektor kepabeanan dan cukai menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki penerimaan negara sekaligus menekan praktik ekonomi ilegal yang merugikan negara dalam jumlah besar.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam
Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI
Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026
ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk
Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital
Polri Tegaskan Sertifikat Pramuka Garuda Bukan Jaminan Lulus Seleksi

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:46 WIB

ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk

Berita Terbaru