Tanpa Penumpang, Kapal Terdampar di Pulau Terpencil Bawa 649 Kg Kokain

- Publisher

Minggu, 20 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(GFF Johnson/AFP?Getty Images)

(GFF Johnson/AFP?Getty Images)

INIKEPRI.COM – Sebuah kapal berukuran kecil tanpa penumpang terdampar di sebuah pulau terpencil di Pasifik. 

Yang mencengangkan adalah kapal itu membawa sekitar 649 kg kokain di dalamnya.

Dikutip dari CNN, kapal berbahan fiberglass setinggi 18 kaki atau 5,4 meter itu ditemukan di pantai Atol Ailuk di Kepulauan Marshall, rangkaian karang dan pulau vulkanik antara Filipina dan Hawaii.

Polisi Kepulauan Marshall, kokain tersebut disegel dan dibungkus dalam kardus. Para polisi kemudian mengumpulkan dan menghancurkan sebagian besar kokain tersebut dengan membakarnya di insinerator.

BACA JUGA:  Tim Robotik Dari Kota Batam Kembali Raih Prestasi Di Ajang Internasional

Layaknya barang yang sudah lama tak tersentuh, plastik kokain sudah menguning. Logonya berwarna merah bertuliskan ‘KW’.

Kapal Hantu Terdampar di Pulau Terpencil, Isinya 649 kg Kokain Foto: (GFF Johnson/AFP?Getty Images)

Seorang penduduk di Aliuk menemukan kapal tersebut minggu lalu. Terlalu berat untuk diangkat warga ke pantai, mereka pun menyelidiki bagian di dalamnya, lalu menemukan tumpukan kokain.

BACA JUGA:  Tak Hasilkan Resolusi, Indonesia Kecewa terhadap DK PBB

Penduduk pun memberi tahu pihak berwenang dan polisi membawa barang haram tersebut ke Ibu kota Majuro. Minggu ini, polisi membawa kokain ke insinerator seberat 2 kg yang disimpan untuk Badan Penegakan Narkoba AS. Nantinya kokain akan dimasukkan ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut.

Menurut pihak berwenang, kapal tersebut berasal dari Amerika Selatan atau Tengah dan kemungkinan sudah terombang-ambing di laut selama satu atau dua tahun.

BACA JUGA:  Selundupkan Kokain dan Ekstasi, WN Inggris Ditangkap di Batam

Penemuan kokain ini bukan yang pertama kali, namun merupakan jumlah yang paling besar. Pulau-pulau di pasifik berada di jalur utama perdagangan narkoba internasional. Sejumlah paket narkoba sebelumnya telah disita dan ditemukan di Kepulauan Marshall.

Pada tahun 2016, seorang penduduk menemukan kokain seberat hampir 18 kg. Dia pun ditangkap karena tidak segera menyerahkan barang tersebut kepada polisi. Banyak paket kokain yang dibungkus secara profesional. Terkadang, warga yang menemukan malah menggunakannya bukan melaporkan ke polisi. Ini memicu ketersediaan penggunaan narkoba semakin meluas. (RWH/Detik)

Berita Terkait

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:07 WIB

Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional

Berita Terbaru