Kepala penasihat ilmiah Inggris, Sir Patrick Vallance, mengatakan bahwa varian baru memiliki 23 perubahan. Banyak di antaranya terkait dengan perubahan protein yang dibuat virus.
“Ini adalah varian dalam jumlah besar yang luar biasa. Ini juga memiliki varian di area virus yang diketahui dengan bagaimana virus mengikat ke sel dan memasuki sel,” ujar Vallance.
“Jadi ada beberapa perubahan yang menyebabkan kekhawatiran dalam tampilan virus,” tambahnya. Studi dan analisis telah menunjukkan bahwa strain tersebut lebih mudah menular, yang berarti menyebar lebih cepat.
Varian baru Corona ini pertama kali muncul pada bulan September dan November pada 28 persen kasus COVID-19 di London. Pada minggu 9 Desember, lebih dari 62 persen kasus COVID-19 London berasal dari varian baru ini.
“Jadi, yang diberitahukan di sini adalah bahwa varian baru ini tidak hanya bergerak cepat, namun dapat meningkatkan kemampuannya dalam mentransmisikan, tetapi juga menjadi varian yang dominan. Ini mengalahkan yang lain dalam hal transmisi,” kata Vallance.
Para pejabat Inggris mengatakan bahwa karena penularannya yang lebih tinggi, varian tersebut akan menyebabkan peningkatan jumlah reproduksi negara itu atau dikenal dengan istilah angka R. Ini merupakan jumlah rata-rata infeksi sekunder dari satu orang yang terinfeksi.
Saat ini jumlah tersebut antara 1,1 dan 1,2 di Inggris. “Rata-rata, setiap 10 orang yang terinfeksi akan menularkan antara 11 dan 12 orang lainnya,” ujar pemerintah Inggris dalam pernyataannya.
Pejabat Inggris mengatakan angka tersebut bisa meningkat sebesar 0,4 karena varian baru yang berarti epidemi akan menyebar lebih cepat. Setiap angka R di atas satu berarti epidemi sedang berkembang.
Apakah Varian Baru Ini Menyebabkan Penyakit Yang Lebih Parah?
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















