Varian Baru Virus Corona Menyebar Lebih Cepat, Ini Yang Perlu Diketahui

- Admin

Senin, 21 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Getty Images/Xesai)

(Foto: Getty Images/Xesai)

Kepala penasihat ilmiah Inggris, Sir Patrick Vallance, mengatakan bahwa varian baru memiliki 23 perubahan. Banyak di antaranya terkait dengan perubahan protein yang dibuat virus.

“Ini adalah varian dalam jumlah besar yang luar biasa. Ini juga memiliki varian di area virus yang diketahui dengan bagaimana virus mengikat ke sel dan memasuki sel,” ujar Vallance.

“Jadi ada beberapa perubahan yang menyebabkan kekhawatiran dalam tampilan virus,” tambahnya. Studi dan analisis telah menunjukkan bahwa strain tersebut lebih mudah menular, yang berarti menyebar lebih cepat.

Baca Juga :  Kasus Aktif COVID-19 di Kabupaten Lingga 3 Orang

Varian baru Corona ini pertama kali muncul pada bulan September dan November pada 28 persen kasus COVID-19 di London. Pada minggu 9 Desember, lebih dari 62 persen kasus COVID-19 London berasal dari varian baru ini.

“Jadi, yang diberitahukan di sini adalah bahwa varian baru ini tidak hanya bergerak cepat, namun dapat meningkatkan kemampuannya dalam mentransmisikan, tetapi juga menjadi varian yang dominan. Ini mengalahkan yang lain dalam hal transmisi,” kata Vallance.

Baca Juga :  Begini Cara Cegah Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka

Para pejabat Inggris mengatakan bahwa karena penularannya yang lebih tinggi, varian tersebut akan menyebabkan peningkatan jumlah reproduksi negara itu atau dikenal dengan istilah angka R. Ini merupakan jumlah rata-rata infeksi sekunder dari satu orang yang terinfeksi.

Saat ini jumlah tersebut antara 1,1 dan 1,2 di Inggris. “Rata-rata, setiap 10 orang yang terinfeksi akan menularkan antara 11 dan 12 orang lainnya,” ujar pemerintah Inggris dalam pernyataannya.

Baca Juga :  Foto-foto Jemaah Saat Melakukan Umrah Tanpa Jarak Sosial di Mekkah

Pejabat Inggris mengatakan angka tersebut bisa meningkat sebesar 0,4 karena varian baru yang berarti epidemi akan menyebar lebih cepat. Setiap angka R di atas satu berarti epidemi sedang berkembang.

Apakah Varian Baru Ini Menyebabkan Penyakit Yang Lebih Parah?

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB