Varian Baru Virus Corona Menyebar Lebih Cepat, Ini Yang Perlu Diketahui

- Publisher

Senin, 21 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Getty Images/Xesai)

(Foto: Getty Images/Xesai)

INIKEPRI.COM – Inggris mengeluarkan pembatasan yang lebih ketat selama musim liburan setelah para pejabat Inggris menyatakan ada jenis virus Corona baru. Jenis virus Corona ini dinilai lebih menular dan menyebar dengan cepat di Inggris tenggara.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan jenis baru ini 70 persen lebih mudah ditularkan daripada versi lain, dengan sudah terhitung lebih dari 62 persen infeksi COVID-19 di London.

BACA JUGA:  Batam Siap Jadi Pusat Eksekusi Industri Global, BP Batam Perluas Jaringan Investasi di Singapura

Dikutip dari EuroNews, pada tanggal 14 Desember 2020, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pertama kali mengumumkan bahwa ada varian baru virus Corona (versi virus yang bermutasi) di London dan Inggris Tenggara.

“Analisis awal menunjukkan bahwa varian ini tumbuh lebih cepat dari varian yang sudah ada,” ujar Hancock. Ia mengatakan lebih dari 1.000 kasus telah diidentifikasi di 60 wilayah otoritas lokal yang berbeda.

BACA JUGA:  Kasus COVID-19 dalam Taraf Aman, Kepri Siap Terima Wisman dan Lokal saat Libur Idul Fitri 1443 H

Dr Mike Ryan, Direktur program kedaruratan WHO, mengatakan varian genetik ini dilaporkan pada 1.000 individu di Inggris.”Varian khusus ini tampaknya menjadi lebih umum di Inggris,” ujarnya.

Menurut Kepala teknis WHO untuk COVID-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan varian ini adalah N501Y yang sebenarnya sudah dipantau oleh kelompok kerja evolusi virus WHO. Ini muncul dalam konteks varian cerpelai yang diidentifikasi di tempat lain.

BACA JUGA:  Trump Putuskan Hubungan dengan WHO, Tarik Dana Triliunan Rupiah

N501Y hanyalah salah satu perubahan pada varian di Inggris yang berdasarkan sebuah studi tentang genom varian tersebut. Hancock mengatakan bahwa mereka tidak mengira jenis virus Corona ini akan gagal merespons vaksin.

Apa Saja Perubahan Pada Jenis Virus Corona Baru Ini?

Berita Terkait

Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk
Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh
Gila! Harga Bensin di Hong Kong Tembus Rp70 Ribu per Liter, Tertinggi di Dunia
267 WNI Bermasalah Dipulangkan, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Repatriasi Bertahap ke Batam dan Dumai
Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim
AirFish Segera Layani Singapura–Batam, Transportasi Super Cepat Ini Ditargetkan Beroperasi Paruh Kedua 2026
Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 1447 H
Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 06:51 WIB

Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk

Jumat, 10 April 2026 - 06:12 WIB

Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh

Senin, 6 April 2026 - 05:55 WIB

Gila! Harga Bensin di Hong Kong Tembus Rp70 Ribu per Liter, Tertinggi di Dunia

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:22 WIB

267 WNI Bermasalah Dipulangkan, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Repatriasi Bertahap ke Batam dan Dumai

Senin, 9 Februari 2026 - 11:15 WIB

Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim

Berita Terbaru