Jumat, 23 April 2021
29 Des 2020
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Para peneliti masih berusaha menyempurnakan vaksin Covid-19, Berbagai perusahaan seperti Pfizer/BioNtech, dan Moderna memimpin pengadaan vaksin ini. Namun tetap ada efek samping dari vaksin Covid-19

Kedua vaksin ini menggunakan potongan kode genetik untuk menimbulkan respons kekebalan dan disebut vaksin mRNA. Jenis vaksin ini tidak mengubah sel manusia, tetapi hanya memberi tubuh instruksi untuk membangun kekebalan terhadap Covid-19.

Vaksin adalah metode yang aman dan efektif untuk melindungi orang dari penyakit. Vaksin dilakukan dengan cara menyuntikkan virus atau bakteri yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh.

Cara ini akan melatih sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi untuk dapat melawan infeksi yang datang di masa depan. Proses inilah yang menyebabkan munculnya sejumlah efek samping ringan saat divaksin.

1. Nyeri di tempat yang disuntik

Ini adalah efek samping dan reaksi alami tubuh ketika disuntik. Seperti yang kita ketahui, vaksin diberikan dalam dua dosis, selang tiga minggu. Menurut data terbaru yang dikumpulkan dari 37.586 peserta yang terdaftar dalam uji klinis yang sedang berlangsung (fase 3), 18.801 menerima vaksin, sementara 18.785 telah menerima plasebo.

Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah reaksi di tempat suntikan. Ada kasus kemerahan, kehangatan, pembengkakan ringan dan kekencangan di sekitar situs. Dalam beberapa kasus, orang merasa agak sulit untuk menggerakkan lengannya, karena rasa sakit.

2. Kelelahan, sakit kepala dan nyeri otot

Efek samping ini diamati pada sebagian besar peserta, yang menerima vaksin. Kelelahan terlihat pada 63 persen peserta, sementara sakit kepala dan nyeri otot mempengaruhi masing-masing 55 persen dan 38 persen. Umumnya, gejala ini ringan, dan membaik dalam satu atau dua hari. Beberapa orang juga melaporkan menggigil, nyeri sendi, dan demam – tetapi gejala ini hanya terjadi pada dosis kedua, yang lebih intens.

3. Penyakit serius

Tingkat efek samping serius yang dilaporkan kurang dari 0,5 persen dengan vaksin covid-19. Ada empat kasus Bell`s palsy pada orang yang diberi vaksin di AS – namun, praktisi medis mengatakan tidak ada penyebab yang perlu dikhawatirkan, karena mereka konsisten dengan tingkat penyakit ini pada populasi umum. Tidak ada penelitian lebih lanjut yang menunjukkan bahwa itu pasti disebabkan oleh vaksin covid-19. (ER/CNNIndonesia)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x