Senin, 1 Maret 2021
log
15 Jan 2021
Masrur Amin, SH (IS/inikepri.com)
Masrur Amin, SH (IS/inikepri.com)

INIKEPRI.COM – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam akan membuat laporan polisi (LP) ke Markas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Mapolda Kepri) setelah melakukan otopsi dan swab test terhadap jenazah almarhum Haji Permata (70), perihal dugaan penembakan yang dilakukan oleh oknum Bea Cukai hingga mengakibatkan meninggal dunianya pengusaha ternama asal Kota Batam tersebut.

Baca Juga: Haji Permata Meninggal, Diduga Tewas Ditembak

Hal ini disampaikan oleh Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin, SH., MH, ketika ditemui sejumlah awak media di lokasi rumah duka saat menunggu kedatangan jenazah almarhum Haji Permata yang dibawa dari Tembilahan, Riau, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggunakan kapal Pancung Lidah.

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terlebih dahulu. Sebab, belum mengetahui pasti yang melakukan penembakan terhadap almarhum Haji Permata tersebut dari pihak Bea Cukai Karimun atau Tembilahan.

Baca Juga: Diduga Bawa Rokok Tanpa Cukai dan Melawan, Petugas BC Tembilahan Tembak Haji Permata

“Langkah selanjutnya, kita akan investigasi dulu. Apakah benar Kantor Wilayah Tanjung Balai Karimun (Kanwil TBK) atau Bea Cukai Tembilahan yang melakukan penembakan terhadap almarhum Pak Haji Permata,” ujar Masrur di atas Kapal di Pelabuhan Haji Permata, Jumat (15/1/2021) sore, menjelang masuk shalat Magrib, kepada awak media.

Dikatakannya, bila sudah diketahui pasti, maka akan dilakukan upaya ke proses hukum (tuntutan). Tapi, lanjut Masrur, dari pihak saudara-saudara almarhum Haji Permata ingin melakukan penyerangan.

Baca Juga: Jejak Kasus Kontroversial Haji Permata

“Saudara-saudara kami yang lain, malah banyak yang mau melakukan penyerangan. Artinya, ini tindakan balas dendam yang ingin dilakukan terhadap oknum pelakunya (BC). Tapi kita akan berfikir lagi, apakah ini akan kita lakukan sebagai Pressure (tekanan) atau kita menyerahkan ke pihak kepolisian sebagai pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini,” kata Ketua KKSS Kota Batam itu.

Dirinya sangat menyesalkan atas tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas Bea Cukai tersebut. Sebab mereka mengambil tindakan terhadap almarhum Haji Permata tanpa adanya peringatan terlebih dahulu melainkan langsung mengarahkan timah panas tersebut ke arah dada korban Haji Permata.

“Sebetulnya kami mau melakukan unjuk rasa di Bea Cukai sini (Batam). Walaupun kami tau, bukan oknum Bea Cukai Batam yang melakukan itu kan, tapi itu instansinya Bea Cukai dengan harapan aspirasi kita ini sampai ke Pak Dirjen. Supaya dilakukan teguranlah terhadap tindakan yang betul-betul brutal banget buat kita,” terangnya.

Baca Juga: Tiba di Batam, Jenazah Haji Permata Disambut Isak Tangis dan Takbir

Seperti diberitakan sebelumnya, Haji Permata dikabarkan meninggal dunia di Tembilahan, Riau, pada Jumat pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Isu yang beredar, penyebab meninggal dunianya pengusaha ternama di Kota Batam ini diduga karena ditembak petugas.

Haji Permata mengalami tiga (3) bekas tembakan di sekitar tubuhnya, timah panas tersebut tepat bersarang di dada sehingga nyawanya tidak terselamatkan.

“Sangat brutal. Penjahat saja, kalau ditembak itu, ada tembakan peringatan atau tembakan yang tidak mematikan, setelah tembakan peringatan tiga (3), kali. Nah ini, langsung di dada. Ada tiga (3), satu (1) di jantung, dua (2) di dada. Satu lagi korban, katanya kepalanya ditembak dan satu lagi di kakinya. Berarti ada tiga (3) korban yang ditembak. Satu saja yang meninggal (Haji Permata), karena pas di tempat yang mematikan (dada, jantung), di tembak dari jarak dekat,” tutupnya. (IS)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Nenk nely
Nenk nely
1 month ago

Inalillahi wa innalillahi rojiun…. turut berduka buat kkss

Batam

Trending

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x