Mengenal Abu Sayyaf, Kelompok Teroris Paling Kejam di Asia Tenggara

- Admin

Senin, 1 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abu sayyaf. (©2016 jihadintel.meforum.org)

Abu sayyaf. (©2016 jihadintel.meforum.org)

INIKEPRI.COM – Abu Sayyaf (ASG) merupakan pecahan dari kelompok radikal Moro National Liberation Front (MNLF) di Filpina. Keputusan untuk berpisah dari MNLF ditenggarai adanya penolakan dari sejumlah anggota terhadap rekonsiliasi damai antara MNLF dengan pemerintahan Filipina. Akhirnya terbentuklah ASG pada tahun 1989. Perbedaan pendapat sebelumnya telah melahirkan organisasi baru lainnya yaitu Moro Islamic Liberation Front (MILF) pada 1980.

ASG dan MILF berbasis di daerah-daerah seperti Basilan, Tawi-Tawi dan Sulu. Keduanya mengendepankan pembentukan negara Islam di wilayah Filipina. Khusus ASG, organisasi ini bisa dikategorikan berbahaya karena menggunakan kekerasan seperti menculik hingga membunuh tawanannya.

Baca Juga :  Cari Kesalahan Quran, Pria Ini Dibuat Merinding Baca Surat Al-Anam, Akhirnya Bersyahadat

Abdulrajak Abubakar Janjalani, merupakan pendiri ASG yang lahir dari keluarga Muslim-Kristen di Basilan pada 8 November 1953. Ia mengenyam pendidikan di Arab Saudi pada 1981 sekaligus belajar beladiri militer di Libya dan Suriah. Ilmu yang dipelajari yaitu fundamentalisme Islam dibawa dan coba diterapkan di Filipina.

Sejak kematian Abdulrajak, ASG bergerak secara diam-diam di Filipina dengan membentuk kelompok-kelompok kecil. Mereka semakin kuat karena mendapat dukungan dari masyarakat miskin di sejumlah wilayah Filipina. Alhasil pemerintah Filipina kesulitan untuk mengantisipasi pergerakan ASG di wilayahnya.

Pergerakan ASG semakin sulit dikendalikan karena kelompok ini melakukan berbagai cara untuk bisa bertahan dan memperkuat basisnya. La Verle Berry beserta peneliti lainnya dalam A Global Overview of Narcotics-Funded Terrorist and Other Extremist Group mencatat terdapat beberapa sumber pendanaan bagi Abu Sayyaf yaitu penculikan dengan tebusan, penjualan narkotika dan bantuan dari negara-negara pendukung.

Baca Juga :  Saling Jatuh Cinta, Pria Ini dan Adik Kandungnya Berhubungan Seks dan Punya 4 Anak

Penculikan dengan tebusan umumnya dilakukan terhadap warga asing seperti Amerika Serikat. Penculikan dilakukan terhadap satu pasangan yaitu Martin dan Gracia Burnham di Paliwan tahun 2001. ASG berhasil meraup jutaan dollar dari hasil penculikan ini.

Perdagangan narkoba juga menjadi cara bagi ASG mendapatkan dana segar. Narkoba jenis marijuana dijual kepada Bandar narkoba di Filipina. Intelijen Filipina mengindikasikan barang terlarang tersebut berasal dari Jolo dan Basilan, bahkan perdagangannya sudah mulai merambah ke luar negeri.

Baca Juga :  Kisah Pria Hidup dengan Kepala Terbalik Selama 44 Tahun: Saya Tak Pernah Kesulitan

Satu hal lagi yang tidak kalah penting, yaitu keterlibatan negara asing untuk mendukung pergerakan ASG. Libya menjadi salah satu negara yang konsisten mendukung ASG dengan memberikan bantuan dana pada tahun 1991. Inilah beberapa faktor pendukung yang membuat ASG masih bertahan sampai saat ini. Bahkan pengaruhnya kini pergerakannya sudah merambah ke beberapa negara Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. (RWH/Minews)

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB