Hewan Ini Asal Usul Corona Versi China

- Publisher

Minggu, 14 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

“(Namun), teori cold-chain (transmisi) benar-benar muncul dengan gagasan bahwa ada wabah yang terjadi di pabrik pengolahan daging di negara lain. Tetapi sangat tidak mungkin ada penyebaran penyakit yang meluas terjadi sebelum Wuhan,” kata Fisher.

Tim WHO di Wuhan mengatakan hipotesis lain yang lebih umum adalah kemungkinan besar virus itu masuk ke manusia melalui hewan perantara. Akan tetapi penelitian lebih lanjut tentang peran potensial produk cold chain sangat diperlukan.

“Teori lain menyebut bahwa virus itu bocor dari Institut Virologi Wuhan, yang melakukan penelitian terhadap virus corona, dan sangatlah tidak mungkin”, kata tim tersebut.

Meski begitu, ketua tim WHO dan seorang ilmuwan keamanan pangan Peter Ben Embarek, mengatakan kemungkinan ada hubungan antara teori-teori tersebut.

“Akan menarik untuk ditelusuri jika hewan liar yang terinfeksi dan beku dapat membawa virus ke pasar Wuhan. Masih belum diketahui apakah manusia dapat terinfeksi dari virus yang selamat dari kondisi beku.Pasar Wuhan dikenal menjual hewan liar, baik yang hidup maupun yang dipotong,” kata dia.

BACA JUGA:  Tega! Pasien COVID-19 Diperkosa Perawat RS, Tak Lama Meninggal Dunia

Otoritas China mulai mencurigai bahwa produk makanan beku dapat bertanggung jawab atas penyebaran Covid-19 setelah wabah di pasar makanan grosir Beijing pada bulan Juni.

Para penyelidik awalnya bingung, tetapi kemudian melaporkan ditemukannya kesamaan genetik antara wabah dan sisa-sisa virus yang ditemukan pada salmon yang diimpor oleh sebuah perusahaan yang menjualnya ke salah satu stan di pasar terkait dengan infeksi awal.

Leo Poon Lit-man, kepala divisi ilmu laboratorium di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hong Kong, setuju bahwa bukti terkait hal ini sangat minim. “Sangat sulit untuk menilai risiko hanya berdasarkan beberapa insiden,” katanya.

BACA JUGA:  Meluncur ke Angkasa, Jeff Bezos: Hari Terbaik!

Menyusul wabah Beijing, otoritas China mengaitkan beberapa infeksi di negara itu dengan makanan impor.

Pada November di Tianjin, kota pelabuhan di timur laut China, para pejabat menyimpulkan bahwa kepala babi dari Amerika Utara telah menginfeksi dua pekerja, setelah menemukan virus yang mirip secara genetik di tanah di mana kepala babi secara tidak sengaja terjatuh. CDC Tianjin tidak mengatakan apakah kepala itu sendiri dinyatakan positif terkena virus.

Ikan kod di pelabuhan lain, Qingdao, tempat para peneliti mengisolasi virus “hidup” dari kemasan, juga di antara produk yang dianalisis dan ditunjuk sebagai penyebab wabah.

 

“Semua bintang harus sejajar,” kata ahli virologi makanan Lee-Ann Jaykus, seorang profesor terkenal William Neal Reynolds di North Carolina State University.

BACA JUGA:  Indonesia Serukan Pemutusan Hubungan Ekonomi untuk Hentikan Agresi Israel

Leo Poon Lit-man, kepala divisi ilmu laboratorium di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hong Kong, setuju bahwa ada kekurangan bukti.  

Meski begitu, sekitar 124 produsen makanan rantai dingin di 21 negara telah menangguhkan ekspor ke China, secara sukarela atau tidak, kata Administrasi Umum Kepabeanan China pada bulan lalu.

“Pembatasan Covid-19 terbaru di China pada produk makanan impor tidak didasarkan pada sains dan mengancam akan mengganggu perdagangan,” kata Departemen Pertanian AS pada November.

Pada hari Selasa, AS mengatakan tidak akan menerima temuan WHO di Wuhan tanpa verifikasi independen. “China belum memberikan transparansi yang diperlukan”, kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price. (RWH/CNBCIndonesia)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru