Baik atau Buruk Buat Tubuh Jika Sering Makan Telur?

- Publisher

Senin, 15 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Apakah makan telur baik atau buruk untuk manusia ternyata masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli.

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan telur, dengan bagian kuning-nya yang memiliki kolesterol, dapat menyebabkan kematian termasuk karena penyakit kardiovaskular dan kanker.

Penelitian dengan melibatkan 500 ribu partisipan itu hanya berselang satu tahun dari analis Harvard yang menyatakan makan satu telur per hari tak ada kaitannya dengan Penyakit kardiovaskular.

Menurut penelitian yang diterbitkan di PLOS Medicine, resiko kematian meningkat 7% jika memakan sebutir telur per harinya. Namun hasil penelitian ini ternyata ditentang sejumlah ahli di berbagai belahan dunia.

“Studi ini walaupun diselenggarakan dengan baik, sayangnya menambahkan keributan pada diskusi yanga da,” kata Riyaz Patel seorang konsultan ahli jantung di University College London, dikutip CNN International, Minggu, 14 Februari 2021.

BACA JUGA:  Cara Efektif Mengatasi Muntah Akibat Asam Lambung

Profesor epidemiologi dan nutrisi dari Harvard T.H.Chan Chool of Public Health, Walter Willet mengatakan hasil penelitian tersebut menjadi masalah karena hanya bertanya satu kali mengenai konsumsi telur pada partisipan. Lalu peneliti mengikuti mereka bertahun-tahun tanpa mengecek apakah partisipan mengubah cara dietnya.

“Mereka hanya mendapatkan gambaran pada satu waktu,” kata Willet.

Sementara itu dosen senior nutrisi kesehatan masyarakat di Universitas Glasgow, Ada Garcia mengatakan jika kesimpulan penelitian tersebut terlalu berlebihan. Dia menambahkan jika menyalahkan telur atas penyakit kardiovaskular merupakan pendekatan simplisistik dan reduksionis.

BACA JUGA:  Berbahaya Turunkan Masker ke Dagu, ini Alasannya

Walau harganya murah, telur memang memiliki kadar kolestorel khususnya pada bagian kuning nya yakni 185 miligram. Namun di sisi lain kolestorel ada di setiap sel tubuh dan digunakan untuk membuat banyak hal misalnya hormon, vitamin D, dan senyawa pada pencernaan.

Penyakit kardiovaskular sendiri berasal dari tubuh seseorang yang menghasilkan banyak kolesterol dan adanya penumpukan plak lilin di pembuluh darah. Walter Willet mengatakan jika ada peran kolestorel juga pada diet

Lalu bagaimana dengan telur putih? Menurut penelitian baru PLOS, menggantikan setengah telur enggan jumlah telur putih mengurangi kematian akibat kardiovaskular sebesar 3%. Namun kesimpulan inipun dikritik oleh Riyaz Pattel.

BACA JUGA:  Begini Cara Bedakan Telur Lama dan Telur Baru

“Menurut saya, rekomendasi penulis menggantikan seluruh telur dengan telur putih atau pengganti tidak didukung bukti,” ungkapnya.

Sementara Walter Willet mengatakan jika banyak penelitian tidak melihat telur tanpa bagian kuning. Sebab konsumsi telur putih cukup rendah.

Menurutnya resiko terendah adalah mengganti konsumsi telur dengan kacang-kacangan atau protein nabati.

“Saya tidak berpikir jika studi ini mengganti anjuran umum, yang bagi sebagian besar orang, telur bisa dimakan dalam jumlah sedang jika jadi bagian dari diet seimbang, kecuali mereka diberitahu untuk tidak memakannya karena alasan medis atau diet,” kata dia. (RWH/CNBCIndonesia)

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru