Sosok Kiai SB Perkosa 15 Santriwati, Paksa Seks Oral di Asrama Putri

- Publisher

Selasa, 16 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

“Karena yang bersangkutan ini sebagai pimpinan pondok pesantren sehingga ada rasa takut korban,” jelas AKBP Agung.

Tragisnya, bukan satu atau dua orang yang jadi korban, melainkan belasan orang. Diperkirakan, setidaknya 15 orang sudah yang menjadi korban.

Sejauh ini, korban yang melapor sudah enam orang, namun besar kemungkinan korbannya masih banyak yang belum melapor.

Menurut Agung Setyo Nugroho, korban rata-rata berusia 16 dan 17 tahun.

BACA JUGA:  Antisipasi COVID-19, Rindam XII/TPR Memvaksinasi Peserta Pelatihan Pratugas Satgas Apter
Kiai SB yang memperkosa para santriwatinya. (YouTube)

Menurut salah satu santriwati yang jadi korban, SB kerap memaksa korban untuk melakukan seks oral dengan dalih agar ilmu yang diterima korban menjadi berkah di kemudian hari.

Bukan sekali dua kali, SB melakukan perbuatannya itu kepada santriwati tersebut sebanyak lebih dari tiga kali.

BACA JUGA:  Bejat! Rukiah Dijadikan Modus, Ustaz Perkosa Ibu Hamil di Ponpes, Begini Tampangnya

Yang mengejutkan lagi, salah satu korban merupakan pacar dari anak kandung SB. 

Karena tak kuat menanggung siksaan kiai bejat tersebut, santriwati malang asal Jogoroto itu pun kemudian memilih kabur dari pondok pesantren tersebut.

“Bukan asal Jombang saja, ada juga korban yang dari Jawa Tengah, dari luar daerah. Kemungkinan ada lagi, nanti kita kembangkan lagi,” terang Agung.

BACA JUGA:  Siswi SMA Digilir di Lokasi Berbeda, Video Panas Beredar di Sekolah

Dalam mencabuli santriwatinya, SB juga bukan sembarang pilih. Ia memilih santriwatinya yang berparas cantik untuk melampiaskan hawa nafsunya.

“Semua santri sudah dipulangkan semua sampai masalah ini diproses,” kata Agung

Buntut dari kasus ini, warga sekitar pondok pesantren tersebut mendesak pemerintah dan polisi untuk menutup ponpes tersebut.

Saat ditangkap polisi, SB dengan entengnya mengaku kalau dirinya khilaf. (RWH/Indozone)

Berita Terkait

Pemkab Natuna Pemegang Saham, Cen Sui Lan Minta BRK Syariah Perluas Pembiayaan UMKM
Cen Sui Lan Gandeng Guspurla Koarmada I, Perkuat Pengamanan Laut Natuna dari Ancaman Kapal Ikan Asing
Wamen Giring Dukung Pengembangan Pulau Penyengat, Museum dan Monumen Tugu Bahasa Siap Dibangun
Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat
Bak Negeri Bersalju, Gunung Bromo Diselimuti Embun Upas saat Suhu Sentuh 2 Derajat Celsius
Pernikahan Unik di Lingga, Kapal Lantera Kemenag Jadi Tempat Akad Dua Pasangan Pengantin
23 Gerai Koperasi Merah Putih di Kepri Rampung, Operasional Ditargetkan Mulai Agustus 2026
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis 11 Juni 2026: Batam dan Tanjungpinang Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:04 WIB

Pemkab Natuna Pemegang Saham, Cen Sui Lan Minta BRK Syariah Perluas Pembiayaan UMKM

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:26 WIB

Cen Sui Lan Gandeng Guspurla Koarmada I, Perkuat Pengamanan Laut Natuna dari Ancaman Kapal Ikan Asing

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:38 WIB

Wamen Giring Dukung Pengembangan Pulau Penyengat, Museum dan Monumen Tugu Bahasa Siap Dibangun

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:16 WIB

Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:13 WIB

Pernikahan Unik di Lingga, Kapal Lantera Kemenag Jadi Tempat Akad Dua Pasangan Pengantin

Berita Terbaru