Senin, 1 Maret 2021
log
22 Feb 2021
(Bea Cukai Batam)
(Bea Cukai Batam)

INIKEPRI.COM – Kapal Motor (KM) Budi yang mengkandaskan diri di Perairan Bakau Serip, Nongsa, Kota Batam, pada Sabtu (20/2/2021) kemarin, ditaksir membawa barang ilegal senilai lebih dari Rp10 Milyar.

Baca Juga: Kapal Kayu Diduga Bermuatan Rokok dan Mikol Ilegal Kandas di Nongsa

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Susila Brata, Senin (22/2/2021).

“Nilai barang (ilegal) diperkirakan Rp10.046.310.000,” jelas Susila.

Setelah dilakukan pembongkaran oleh pihak Bea Cukai, KM Budi diketahui mengangkut rokok dan minuman alkohol (Mikol).

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap KM Budi, ditemukan sejumlah karton yang diduga berisi rokok dan minuman alkohol namun tidak satupun ditemukan Anak Buah Kapal (ABK) di kapal tersebut,” beber Susila.

 Baca Juga: ‘Rave’ dan Mikol Ilegal Milik Siapa?

Adapun merek rokok yang diangkut KM Budi adalah Rave Menthol, Rave Flavour, Double Happiness, Manchester Menthol, dan Manchester Blue Saphire dan Maximm.

Total, sebanyak 5,9 juta batang rokok yang dikemas ke dalam 454 karton.

Lalu, Mikol yang diangkut oleh KM Budi juga diketahui tanpa menggunakan pita cukai itu berjumlah 1.020 botol (84 karton), terdiri dari Red Label ukuran 1 liter dan Red Label ukuran 700 mililiter.

Kapal kayu yang membawa rokok dan mikol ilegal kandas di Perairan Bakau Serip, Nongsa, setelah dikejar oleh Bea Cukai Batam (ist)

Selain itu, lanjut Susila, Petugas Bea Cukai juga berhasil mengamankan satu orang Anak Buah Kapal (ABK) KM. Budi yang disinyalir melompat ke laut pada saat mengkandaskan kapal tersebut.

Pengakuan ABK tersebut, KM Budi yang berlayar dari perairan Tanjungsengkuang ini membawa delapan orang ABK lainnya. Diduga 8 ABK ini juga turut melompat ke laut saat kejadian itu.

Terhadap pelaku dijerat Pasal 102 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Lalu dijerat Pasal 50, pasal 54, dan pasal 56 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. (RD)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x