Bikin Geger! Ilmuwan AS Ciptakan Makhluk Campuran Manusia-Monyet

- Publisher

Minggu, 18 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(REUTERS)

(REUTERS)

Para ilmuwan, yang dipimpin oleh Profesor Juan Carlos Izpisua Belmonte, mengatakan pekerjaan mereka dapat membuka jalan untuk mengatasi kekurangan organ yang dapat ditransplantasikan serta membantu memahami lebih banyak tentang perkembangan awal manusia, perkembangan penyakit, dan penuaan.

“Pendekatan chimeric ini bisa sangat berguna untuk memajukan penelitian biomedis tidak hanya pada tahap paling awal kehidupan, tetapi juga tahap kehidupan terbaru,” kata Belmonte, seperti dikutip The Mirror, Jumat (16/4/2021).

Pada 2017, Belmonte dan timnya menciptakan hibrida manusia-babi pertama, di mana mereka memasukkan sel manusia ke dalam jaringan babi tahap awal tetapi menemukan bahwa sel manusia di lingkungan ini memiliki komunikasi molekuler yang buruk.

BACA JUGA:  Tiap 4 Menit Warga India Tewas Kena COVID-19, WHO: Memilukan!

Jadi tim memutuskan untuk menyelidiki chimera yang tumbuh di laboratorium menggunakan spesies yang lebih dekat hubungannya, yakni monyet.

Embrio chimeric manusia-monyet dipantau di laboratorium selama 19 hari sebelum dihancurkan.

Menurut para ilmuwan, hasil yang dipublikasikan di jurnal Cell, menunjukkan bahwa sel induk manusia “bertahan dan terintegrasi dengan efisiensi relatif yang lebih baik daripada percobaan sebelumnya pada jaringan babi”.

BACA JUGA:  Dua Negara Tetangga Indonesia Mau Bangkrut

Tim tersebut mengatakan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana sel dari spesies yang berbeda berkomunikasi satu sama lain dapat memberikan pandangan sekilas yang belum pernah terjadi sebelumnya ke tahap awal perkembangan manusia serta menawarkan para ilmuwan “alat yang ampuh” untuk penelitian tentang pengobatan regeneratif.

Belmonte menyatakan bahwa pekerjaan mereka telah memenuhi pedoman etika dan hukum saat ini. “Sama pentingnya bagi kesehatan dan penelitian seperti yang kami pikirkan tentang hasil ini, cara kami melakukan pekerjaan ini, dengan perhatian penuh pada pertimbangan etika dan dengan berkoordinasi erat dengan regulator, sama pentingnya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Viral, Dua Youtuber Tontonkan Aksi Robek Al-Qur’an

“Pada akhirnya, kami melakukan studi ini untuk memahami dan meningkatkan kesehatan manusia.”

Mengomentari penelitian tersebut, Dr Anna Smajdor, dosen dan peneliti dalam etika biomedis di Norwich Medical School, University of East Anglia, mengatakan: “Terobosan ini memperkuat fakta yang semakin tak terhindarkan: kategori biologis tidak tetap—kategori tersebut berubah-ubah.”

“Ini menimbulkan tantangan etika dan hukum yang signifikan,” ujarnya.

Berita Terkait

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun
Ilmuwan Jepang Prediksi Hari Kiamat, Matahari Disebut Akan Menelan Planet Bumi

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:07 WIB

Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:51 WIB

Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam

Senin, 4 Mei 2026 - 08:30 WIB

Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terbaru