Oknum Penyidik Polres Tanjungpinang Dilaporkan ke Propam Polri

- Publisher

Sabtu, 24 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Nguan Seng alias Henky (82) melalui tim kuasa hukum melaporkan oknum di Polres Tanjungpinang, Kepri ke Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Propam Polri), Kamis 22 April 2021. Pelaporan ini terkait dugaan kriminaliasi dan penyalahgunaan kewenangan.

“Kami datang ke Propam Polri untuk mengadukan dugaan kesewenang-wenangan yang dilakukan oknum Polres Tanjungpinang,” kata Herdika Sukma Negara, kuasa hukum Henky di Propam Mabes Polri, dilansir dari Sindonews.com.

Menurut dia, klien pada tanggal 19 dan 21 April 2021 dijemput paksa dengan alasan akan ada pelimpahan tahap dua.

Namun upaya penjemputan tanggal 19 April tak terealisasi lantaran Henky sakit. “Tanggal 21 April, penyidik kembali menjemput paksa klien kami dengan alasan yang sama. Klien kami menolak tapi dipaksa sampai dibawa menggunakan kursi roda, bahasa kami digendong, dijemput seperti ini kemudian dibawa ke kejaksaan,” ujar Herdika.

BACA JUGA:  Polres Tanjungpinang Musnahkan 416.41 Gram Sabu

Tim kuasa hukum menyayangkan upaya paksa tersebut. Mengingat kliennya yang sakit dan sudah lanjut usia ini kooperatif dan tak mungkin melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.

“Klien kami ini umur 82 tahun, sebelah matanya buta, sebelahnya lagi (penglihatan) 50 persen. Klien kami juga ada penyakit prostat, ia tinggal di rumah berdua dengan istrinya umur 80 tahun. Mereka masuk kedalam, seakan-akan klien kami teroris,” ungkap Herdika. 

Namun, kata Herdika, setibanya di Kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tidak terlihat adanya kehadiran Jaksa Penuntut Umum yang berwenang untuk menerima pelimpahan tahap kedua tersebut. Akhirnya kliennya dibawa lagi ke Kantor Polres Tanjungpinang.

BACA JUGA:  Polres Tanjungpinang Siapkan Dua Pos Penyekatan Mudik

“Sampai di Polres Tanjungpinang klien kami tidak dijinkan kembali ke rumahnya,” ujar Herdika.

Tim kuasa hukum berharap laporan itu diproses oleh Propam Polri. “Kami minta Propam Mabes Polri untuk menindak oknum polisi agar dapat dibina lebih baik. Kami cinta Polri, kami cinta Propam, kami bangga dengan Polri, tapi okum-oknum ini yang merusak nama besar Polri,” tegas Herdika.

Diceritakan Herdika kasus ini berawal saat kliennya melakukan kesepakatan menjual tanah seluas 9 hektare kepada Laurence M. Takke dengan mekanisme 2 tahap. Pertama penjualan atas bidang tanah seluas 3 hektare dengan harga yang disepakati adalah sebesar Rp6.750.000.000 dan tahap kedua atas bidang tanah seluas 6 hektare.

BACA JUGA:  Polresta Tanjungpinang Gelar Rapat Koordinasi untuk Pengamanan Pilkada Serentak 2024

“Tahap pertama dibayar tunai. Peralihan hak kepemilikan atas bidang tanah itu dibuktikan dengan adanya bukti Akta Pengoperan dan Pelepasan Hak Nomor 23 dan Akta Pengoperan Dan Pelepasan Hak Nomor 24 tertanggal 29 Mei 2019 yang dibuat dan dikeluarkan oleh Notaris Kota Tanjungpinang, Robbi Purba.

Sementara proses penjualan tahap kedua disepakati belum dapat dilakukan atau direaliasikan karena alasan masih ada permasalahan yang harus diselesaikan.

“Klien kami berjanji akan menyelesaikan masalah surat tanah tersebut dengan tepat waktu (vide Pasal 2 Kesepakatan Bersama Nomor 08/Leg/Not.RP/V/2019 tertanggal 29 Mei 2019),” ujar dia.

Akan tetapi, ungkap Herdika, Laurence justru melaporkan kliennya atas dugaan tindak pidana penipuan.

Laporan itu kemudian diproses dan kliennya ditetapkan tersangka. (ET/Sindonews)

Berita Terkait

Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan
Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Berita Terbaru