Putra pertama C bernama SN baru berusia 16 tahun dan masih sekolah di bangku SMA. Sedangkan adiknya, perempuan bernama SS masih 4 tahun dan belum bisa bicara. Ketiga, bayi mungil yang baru lahir.
Tentu anak-anak dari C memerlukan perhatian lebih. Baik dari segi mental, akademis dan masih banyak lagi. Ditambah kondisi ekonomi yang sederhana.
“Enam belas tahun, sekarang masih sekolah. Sayang sama ibu. Ini nenek (tunjuk wanita di sebelah),” ujar putra sulung.
Ibu C Diusir Warga dan Diancam Dibakar
Kian miris mengetahui terjalnya kehidupan yang dilalui C. Hingga akhirnya ia bersama ketiga anaknya kini telah dievakuasi ke Yayasan Mengetahui Hati.
Hal itu dilakukan lantaran warga setempat sempat menganggap C sebagai aib. Selain itu, mereka pernah mengancam akan membakar tempat tinggal C dan emak N.
“Ini mau dievakuasi ke Yayasan Mentari Hati bersama anak-anaknya juga. Sebelumnya aparatur setempat sudah berusaha. Karena warga setempat minta ibu C harus pergi dari kampung tersebut. Rumahnya mau dibakar oleh warga karena dianggap aib,” terang Ucil. (RWH/MERDEKA)

















