Ini Trik Singapura Agar Bisa Berdamai dengan COVID-19

- Publisher

Selasa, 27 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO/IST)

(FOTO/IST)

INIKEPRI.COM – Pemerintah Singapura pada Agustus mendatang akan melakukan tinjauan terhadap protokol COVID-19.

Salah satu kemungkinan dalam peninjauan tersebut adalah melonggarkan pembatasan-pembatasan protokol virus Corona.

Dikutip dari Straits Times, ada beberapa hal yang akan dipertimbangkan dalam tinjauan ini seperti angka vaksinasi, pengendalian virus, dan angka rawat inap akibat infeksi.

“Tetapi setiap pembatasan yang dilonggarkan hanya akan diperluas untuk individu yang divaksinasi, yang jauh lebih terlindungi dari efek virus,” kata Menteri Keuangan Lawrence Wong, dilansir dari CNBCINDONESIA, Senin (26/7/2021).

“Artinya, jika ingin menghadiri acara besar atau ibadah yang melibatkan lebih dari 100 orang, harus divaksinasi lengkap,” katanya

“Jika ingin makan di restoran atau berolahraga di gym, Anda harus divaksinasi lengkap.” imbuh dia.

BACA JUGA:  Badai Fengshen Terjang Filipina, Delapan Orang Tewas dan 27.000 Warga Mengungsi

Singapura, kata Wong, dapat lebih melonggarkan pembatasan sekitar bulan September.

Perkiraan ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa sekitar 80% populasi telah mendapatkan dua dosis penuh vaksin di tersebut.

“Harapannya adalah pada awal September, sekitar 80% manula berusia 70 tahun ke atas akan divaksinasi penuh,” tambah Wong, yang mengepalai satuan tugas multi-kementerian menangani COVID-19.

Namun, saat ini pihaknya mengaku sedang mengupayakan agar proses vaksinasi dapat lebih dipercepat, terutama bagi kelompok lansia.

Dalam kesempatan yang sama, Wong juga menyebut bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan negara-negara yang telah mengelola COVID-19 dengan baik untuk kemungkinan travel corridor terbaru.

“Kita akan mulai dengan membangun koridor perjalanan dengan negara atau wilayah yang telah mengelola COVID-19 dengan baik, dan di mana infeksinya juga terkendali,” katanya.

BACA JUGA:  Singapura Alami Lagi Ledakan Kasus, Padahal Sudah Berdamai dengan COVID

Lebih lanjut, Wong juga mulai memaparkan mengenai roadmap pengendalian COVID-19. Dalam roadmap itu, disebutkan bahwa mereka akan fokus melaporkan kasus parah COVID-19 saja.

“Tetapi pada tahap itu, fokus utama kami tidak lagi pada jumlah kasus harian, karena sebagian besar pada saat itu telah divaksinasi, dan bahkan jika mereka terkena virus, mereka cenderung tidak sakit parah,” tambahnya Wong.

“Sebaliknya, fokus kami adalah pada jumlah orang terinfeksi yang jauh lebih kecil yang membutuhkan oksigen tambahan atau membutuhkan perawatan intensif.”

Singapura sendiri saat ini sedang kembali ke fase dua pembatasan COVID-19. Wong menjelaskan hal ini karena infeksi COVID-19 kembali meningkat tajam dan mereka sedang menghambat penularan virus itu agar tidak menulari lansia.

BACA JUGA:  Sangking Pintarnya, Pria Ini Diterima di 125 Kampus dan Dapat Beasiswa Rp132 M

“Aturan yang lebih ketat yang mengurangi aktivitas membantu memperlambat penularan dan memberi negara waktu untuk mendorong tingkat vaksinasi lebih lanjut, melindungi manula,” katanya.

Otoritas Singapura pekan lalu menemukan beberapa kluster yang menyebabkan peningkatan signifikan ini. Kluster yang paling besar adalah yang terkait dengan sebuah pasar ikan, yang mencatatkan hingga diatas 300 kasus. Selain itu sebuah kluster lounge karaoke juga turut menyumbang sekitar 100 kasus.

Singapura merupakan salah satu negara yang cukup berhasil mengendalikan pandemi COVID-19. Sejak pandemi melanda, Singapura mencatatkan 64.314 kasus COVID-19, dengan 37 kematian. (ER/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:10 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Berita Terbaru