Kasus COVID-19 Malaysia, Jadi Salah Satu Terburuk di Dunia

INIKEPRI.COM – Pandemi COVID-19 membuat Malaysia menjadi salah satu negara yang terdampak sangat parah.

Apalagi jika dibandingkan rasio kasus positif per populasi, Negeri Jiran itu merupakan salah satu yang terburuk di dunia.

Menukil CNBC International, dari data yang dihimpun Our World In Data pada basis rata-rata pergerakan tujuh hari, Malaysia mencatat 483,72 infeksi COVID yang dikonfirmasi per satu juta orang pada hari Rabu (28/7/2021).

Ini merupakan rasio tertinggi kedelapan secara global dan teratas di Asia. Bahkan, ini masih lebih tinggi dari Indonesia yang mencatatkan 152,8 infeksi COVID per satu juta orang.

Dari segi kematian, kasus kematian dalam basis sepekan menunjukkan bahwa negara yang berbentuk persekutuan itu melaporkan sekitar 4,90 per satu juta populasi kematian terkait COVID-19.

Itu merupakan yang tertinggi ke-19 secara global. Selain itu, angka ini merupakan yang tertinggi ketiga di Asia setelah Myanmar dengan rasio 6,29 dan Indonesia dengan rasio 5,79.

Beberapa analis menilai bahwa tingginya kasus COVID ini disebabkan oleh respon penanganan wabah yang kurang baik dan tanggap. Meski sudah lockdown berkali-kali, dinamika politik yang menjadi sebuah momok bagi penanganan pandemi.

“Respons Malaysia terhambat oleh pemerintahan yang kacau dan pertikaian politik yang terus-menerus,” ujar Joshua Kurlantzick, peneliti Asia Tenggara di lembaga think tank Council on Foreign Relations.

Malaysia sendiri memang sedang dalam konflik politik internal yang tajam. Banyak pihak yang mengecam dan meminta Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin untuk mundur akibat manuvernya yang meminta keadaan darurat nasional dilakukan dan pembatasan pergerakan publik secara sepihak.

Bahkan, langkah ini membuat pihak partai koalisi pendukungnya saat ini semakin menipis. Terakhir kontroversi juga muncul saat salah satu menteri menyebut status darurat akan dicabur meski Raja Malaysia menyebut tak ada pembicaraan soal itu.

Terlepas dari pergumulan politik, pihak berwenang Malaysia telah mempercepat laju vaksinasi dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari 18% dari 32 juta penduduk negara itu telah divaksinasi penuh.

Pemerintah Malaysia mengatakan pihaknya bertujuan untuk menginokulasi sebagian besar populasi orang dewasa pada akhir tahun. Malaysia menargetkan pelonggaran bisa segera dilakukan Oktober nanti.

Hingga saat ini, Malaysia mencatatkan sekitar 1,06 juta kasus COVID-19 dengan 8.551 kematian sejak pandemi melanda. Kemarin dan lusa kasus baru berada di kisaran 17.000 pasien. (RWH/CNBCINDONESIA)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
3PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!