Ekonomi Maritim Harus Tumbuh untuk Kemakmuran Masyarakat

- Publisher

Selasa, 7 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: HumProHub Kepri)

(Foto: HumProHub Kepri)

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad terus bekerja menggapai misinya. Terkini Gubernur Ansar mendorong pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Karimun.

Ini merupakan pengejawantahan salah satu misinya yaitu “percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis maritim, berwawasan lingkungan dan keunggulan wilayah untuk peningkatan kemakmuran masyarakat”

“Kepri sebagai Provinsi Kepulauan membutuhkan usaha-usaha khusus mulai dari pemprov hingga Pemda Kabupaten / Kota untuk optimalisasi hasil laut untuk masyarakat seluas-luasnya,” ujar Gubernur Ansar saat Panen Rumput Laut kelompok Pembudidaya Rumput Laut di Pulau Jaga Kecamatan Moro Kabupaten Karimun, Selasa (7/9/2021).

Menurut Gubernur Ansar, selama ini sebagian besar dari lebih kurang 200 ribu rumah tangga nelayan di Kepri kegiatannya merupakan nelayan tangkap. Selain itu sebagian nelayan melakukan kegiatan budidaya, baik ikan maupun komoditi yang lain.

BACA JUGA:  KSP Moeldoko dan Gubernur Ansar Ziarah ke Makam Birgaldo Sinaga

“Alhamdulillah di Dusun Jaga maupun beberapa dusun yang lain ini masyarakat sudah mengembangkan budidaya rumput laut. Akan tetapi fluktuasinya naik turun. Saat ini kita akan bangkit kembali untuk pengembangan budidaya rumput laut,” kata Gubernur Ansar.

Minggu lalu Gubernur Ansar bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta untuk berdiskusi banyak hal terkait pemanfaatan potensi kelautan.

“Dalam waktu dekat Pak Menteri akan berkunjung ke Kepri untuk meninjau pemanfaatan yang ada saat ini. Saya juga sudah meminta DKP untuk memetakan wilayah-wilayah di Kepri yang cocok untuk pengembangan budidaya rumput laut ini,” ungkapnya.

Kemudian Gubernur Ansar menyampaikan bahwa Kecamatan Moro ini sebagai salah satu sentra budidaya rumput laut, akan dipetakan kembali berapa luas yang bisa dimanfaatkan. Dengan hasil yang baik dan semangat nelayan yang tinggi, sentra ini akan kita perluas dan perbesar.

BACA JUGA:  Desa Keban dan Telaga Tujuh di Karimun Bebas Krisis Air, Berkat Cen Sui Lan Realisasikan Pamsimas

“Langkah awal kita akan menginventarisir kebutuhan-kebutuhan seperti gudang dan area penjemuran, akan kita hitung bersama-sama. Untuk itu tugas kita mesti dilakukan dari hulu ke hilir. Kita tidak hanya bicara soal kemampuan memproduksi rumput laut, tetapi yang lebih penting adalah pasar yang kompetitif, ” katanya lagi.

Gubernur Ansar juga dalam kesempatan tersebut meminta semua nelayan pembudidaya untuk menjaga kekompakan. Karena kekompakan merupakan salah satu kunci utama suksesnya budidaya ini.

“Maka minta bantuan para tetua, TNI, dan juga Polri sebagai fasilitator. Insya Allah ekonomi kita bangkit kembali. Untuk jaminan bibit, sarana prasarana dan pasar akan kita bahas lebih lanjut bersama DKP,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kapolres Karimun Lakukan Swab Antigen, Ini Hasilnya

Sementara itu Kepala DKP Kepri T.S Arif Fadilah menyampaikan bahwa Masyarakat Pulau Jaga lebih kurang 30 KK memiliki komoditas utama rumput laut. Ini sangat menggembirakan karena rumput laut sangat potensial dikembangkan di Kepri.

“Pemasarannya pun sangat potensial untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kecamatan Moro di Kabupaten Karimun ini dikategorikan sangat layak untuk membudidayakan rumput laut,” ungkapnya.

Menurut Arif, DKP Provinsi Kepri juga telah memberikan bantuan baik berupa dana maupun pembinaan dan pengawasan untuk meningkatkan produksi rumput laut, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat tempatan.

Turut mendampingi Gubernur Ansar Staf Khusus Gubernur Sarafudin Aluan dan Suyono, Staf Ahli Bidang Kesra Mahadi Rahman, Kepala Dinas PUPR Abu Bakar, dan Kepala Biro Perekonomian Novianto. (ET)

Berita Terkait

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah
Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia
ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa
Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless
Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya
Karimun Terseret Sanksi Uni Eropa ke Rusia, Terminal Minyak Jadi Sorotan: “Main Api di Jalur Selat Malaka?”
Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun
Ironi Guru Karimun: Puluhan Tahun Mengajar, DPR Minta Status Segera Diperjelas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:43 WIB

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:26 WIB

ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:51 WIB

Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless

Rabu, 29 April 2026 - 08:45 WIB

Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru