Harga PCR Rp 275 Ribu, Ternyata Segini Lho Modal Perusahaan Lab!

- Publisher

Sabtu, 30 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Harga PCR saat ini sudah kembali diturunkan menjadi Rp 275 untuk wilayah Jawa Bali dan Rp 300 ribu di luar wilayah itu.

Penurunan dilakukan setelah Kementerian Kesehatan dan BPKP melakukan audit pada komponen alat dan jasa tes RT – PCR.

Dari hasil audit BPKP terhadap biaya barang dan jasa tes RT – PCR dari e-catalog terdapat potensi harga yang lebih rendah. Mulai dari Reagen, hazmat atau alat pelindung diri, hingga RNA.

Lantas berapa modal dari usaha lab tes RT-PCR?

BACA JUGA:  Begini Caranya Agar Tetap Bugar Saat Lebaran Setelah Penuh Puasa Sebulan

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Randy H. Teguh menjelaskan alat pemeriksaan tes PCR itu bermacam-macam, sehingga tidak bisa mengeneralisir berapa modal pasti untuk melakukan tes ini.

Namun biaya alat pengetesan seperti Reagen dan APD biasanya mencapai 40% – 50% dari struktur harga tes RT – PCR. Sisanya untuk membayar perawat, dokter, administrasi, hingga sewa ruangan.

Dia menjelaskan kisaran harga reagen itu mulai dari Rp 150 – 500 ribu tergantung asal dan kualitas barang.

BACA JUGA:  Cuma dengan Ramuan Tradisional Ini, Ejakulasi Dini Bisa Lenyap

Semakin mahal tentu tingkat akurasinya akan semakin bagus. Sementara untuk biaya investasi mesin PCR itu mulai dari ratusan juta hingga Rp 2 miliar.

“Cukup mahal, makanya kasihan juga yang sudah investasi, bingung harus menghitung ulang,” katanya dilansir dari CNBC Indonesia.

Menurut Randy dengan batasan harga PCR Rp 275 – 300 membuat penyedia layanan tes semakin sulit mendapatkan alat tes yang berkualitas. Jika melihat struktur harga itu reagen yang paling banyak beredar pada kisaran Rp 100 ribuan.

BACA JUGA:  Sering Pegang HP dengan Satu Tangan? Awas Smartphone Pinky Finger Mengintai!

Peneliti bidang Mikrobiologi Klinik, Amin Soebandrio mengatakan seharusnya penurunan harga tidak mempengaruhi kualitas PCR, karena penyedia fasilitas sudah berkomitmen menyanggupi melakukan pemeriksaan. Sementara mengenai harga memang diatur oleh pemerintah.

Namun penurunan harga ini akan memberatkan penyedia jasa, Karena ada biaya yang harus dikeluarkan seperti penyediaan alat reagen, tenaga kesehatan, pemeliharaan alat, sampai hitungan keuntungan perusahaan.

“Keuntungan pasti terpengaruh, misalnya dari biasanya ambil profit 10%, ya pasti berkurang. Kalau kualitas ya memang semua bisa sama,” ujar mantan Kepala Lembaga Eijkman ini. (RWH/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Berita Terbaru