Gubernur Kepri: Banyak Orang Luar Mengira Tanjung Pinang Adalah Pangkal Pinang

- Publisher

Jumat, 5 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan, masih banyak orang luar daerah alias bukan warga provinsi itu yang mengira bahwa Tanjung Pinang adalah Pangkal Pinang.

Padahal, menurut dia, kedua kota sudah jelas-jelas berbeda. Tanjung Pinang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Riau Kepulauan.

Sedang Pangkal Pinang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Orang Jakarta (misalnya), tahunya Kepulauan Riau itu Batam dan Bintan. Sangat sedikit yang mengenal Tanjungpinang, justru dikiranya Pangkal Pinang,” kata dia, di Tanjung Pinang, Kamis 4 November 2021.

Oleh karena itu, dia kini sedang berupaya keras menghapus citra Tanjungpinang adalah Pangkal Pinang.

Upaya itu dilakukan dengan membenahi sarana dan prasarana infrastruktur di “Kota Gurindam” itu agar ke depan lebih cantik dan elegan, sehingga memiliki daya tarik orang-orang luar buat datang kemari.

BACA JUGA:  Fakta Galang Donasi untuk Korban Bencana di Kalsel dan Sulbar

“Harus kita benahi betul-betul, biar Tanjungpinang ini makin dikenal luas. Masa’ ibu kota provinsi tertinggal dari kabupaten/kota lain, di antaranya Batam dan Bintan,” ujar dia, tentang dua pulau yang terkenal itu.

Ia bilang, mereka telah mengalokasikan anggaran untuk sejumlah proyek strategis di wilayah Tanjung Pinang, antara lain penataan jalan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) dan pembangunan jembatan layang di jalan simpang mal Ramayana yang diprediksi menelan anggaran Rp60 miliar.

Kemudian, penataan kawasan pusat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Dompak untuk dijadikan sebagai objek wisata.

Selanjutnya, revitalisasi objek wisata bersejarah Pulau Penyengat mulai tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp25 miliar.

BACA JUGA:  ASN Tanjungpinang Sehari Bersama Disabilitas

“Itu untuk penataan kawasan kumuh dan 500 unit rumah SWRO atau sambungan air bersih,” ungkapnya.

Adapun sumber pembiayaan pembangunannya, kata Ansar, berasal dari dana alternatif pinjaman ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp180 miliar.

“Kita tidak meminjam ke pihak swasta, karena PT SMI ini ialah BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan, jadi tak ada masalah,” ujarnya.

Mantan anggota DPR itu memastikan akan mengontrol ketat pembangunan infrastruktur di Tanjung Pinang dengan melibatkan semua elemen masyarakat supaya realisasinya bagus dan sesuai yang diharapkan bersama.

Ia menegaskan perlu keberanian untuk mengubah wajah Tanjungpinang ini, jika tidak maka sulit bagi ibu kota Provinsi Kepri ini menyongsong maju dan berkembang.

BACA JUGA:  Hari Jadi Ke-19 Kota Otonom, Rahma Paparkan Capaian Pembangunan

“Kalau kita jalannya lambat, seperti siput, maka Tanjung Pinang ini tidak akan berubah, begini-begini saja sampai nanti,” katanya.

Selain di Tanjungpinang, dia menyatakan pembangunan infrastruktur juga diarahkan ke Kabupaten Karimun, yaitu berupa perpanjangan landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) hingga 2.200 X 45 Meter dengan total anggaran sekitar Rp30 miliar yang bersumber dari APBN.

Dengan begitu, maka pesawat-pesawat terbang berukuran besar bisa mendarat di bandara itu sehingga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Karimun.

“Kalau pesawat besar sulit mendarat di Karimun, bagaimana investor mau berinvestasi di sini. Perpanjangan landasan pacu bandara itu salah satu tujuannya menarik para investor,” ujar dia. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online
Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026
Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026
Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII
Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:37 WIB

Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:59 WIB

Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 07:08 WIB

Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Berita Terbaru