Kelompok Tani Tanjungpinang Terima Bantuan Pertanian dari Pemprov Kepri

INIKEPRI.COM – Kelompok Tani Kota Tanjungpinang menerima bantuan hibah barang alat mesin pertanian dan pupuk dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad didampingi Wali Kota Tanjungpinang Rahma, di Kampung Sei Ladi, Jalan Daeng Celak, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Selasa (9/11/2021).

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan provinsi Kepri ini memiliki area laut yang lebih luas daripada daratan. Namun, jika dioptimalkan potensi lahan yang ada untuk pertanian, maka hasilnya tidak terbatas sesuai kebutuhan pasar.

“Komoditi-komoditi hasil pertanian para petani lokal harus terus kita dorong, paling tidak dapat menjamin ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat, apabila terjadi kelangkaan pasokan komoditi pertanian,” ucapnya.

Dikesempatan itu, Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemprov Kepri atas bantuan diberikan. Ia berharap bantuan yang diberikan ini dapat meningkatkan hasil pertanian para petani kota Tanjungpinang.

“Mudah-mudahan hasil pertanian bapak ibu semakin meningkat, semakin semangat menggarap lahan pertanian sehingga memberikan hasil panen melimpah,” ucapnya.

Ketua Kelompok Tani Bina Sehat Sejahtera Kelurahan Kampung Bugis, Saefullah, turut bersyukur atas bantuan pupuk dan alat pertanian dari Pemprov Kepri. Bantuan itu yang kedua kalinya diterima dari pemerintah setelah sebelumnya pada 2015 lalu.

“Yang jadi hambatan adalah peralatan tapi dinas pertanian kota sudah bantu kita,” kata Saefullah.

Saat ini sebagian petani mungkin belum puas karena tidak semuanya memiliki lahan pertanian milik sendiri, sementara punya kelompok tani ukuran lahannya berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lain.

“Kalau punya kelompok bisa memakai satu alat kalau lahan punya pribadi mungkin tak bisa,” tuturnya.

Tidak hanya itu, kata Saefullah, sekarang ini sudah ada gerai tani di Hang Lekir yang menampung hasil kebun milik petani. Dengan gerai tani itu harga juga lebih mahal dibanding petani menjual kepada tengkulak.

“Biasa pada tengkulak hanya jual Rp3.000, kalau di gerai tani bisa Rp5.000, ini juga membantu para petani,” tambahnya.

Untuk daerah Kampung Bugis, mayoritas petani menanam sayur, seperti kangkung, bayam, jagung, kacang panjang, cabai merah, cabai rawit. Hasilnya dinilai cukup sehingga bisa membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Sebagian memang masih ada dijual kepada tengkulak, sebagian dijual di pasar tani,” ujarnya.

Ia berharap kepada pemerintah untuk memberi kemudahan untuk mendapat pupuk subsidi. Itu dinilai penting karena jika membeli di toko harga cukup mahal,” ujarnya. (ET)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
6PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!