Jumat Depan, Fenomena Gerhana Bulan Terpanjang Abad Ini Bakal Terjadi

- Publisher

Senin, 15 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INIKEPRI.COM – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, (NASA), melaporkan bahwa gerhana bulan terpanjang akan terjadi pada Jumat 19 November 2021 mendatang.

Saat itu Bumi akan melintas di antara Matahari dan Bulan, dan menciptakan bayangan di permukaan Bulan. Gerhana Bulan akan mencapai puncaknya tepat setelah pukul 13.30 IST atau 15.00 WIB, ketika Bumi akan menyembunyikan 97 persen bulan purnama dari sinar matahari.

BACA JUGA:  Seperti Apa Sih Kehidupan Agen Intelijen BIN

“Selama peristiwa langit yang spektakuler ini, Bulan akan merona kemerahan,” kata NASA.

Gerhana Bulan hanya terlihat di tempat-tempat di mana Bulan berada di atas cakrawala. Mereka yang berada di negara bagian timur laut India, termasuk Assam dan Arunachal Pradesh, dapat melihat fenomena tersebut

Amerika Utara akan menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan keseluruhan fenomena langit itu. Semua 50 negara bagian Amerika Serikat dan Meksiko akan dapat melihatnya. Itu juga akan terlihat di Australia, Asia Timur, Eropa Utara, dan kawasan Samudra Pasifik.

BACA JUGA:  Anak Presiden Mau Ditipu, Kaesang : Anda Udah Cek Instagram Saya?

NASA mengatakan gerhana bulan akan berlangsung 3 jam, 28 menit, dan 23 detik, yang lebih lama daripada gerhana lainnya dalam 100 tahun antara 2001 dan 2100.

NASA mengatakan bahwa Bumi akan menyaksikan total 228 Gerhana Bulan sepanjang abad ke-21. Sebagian besar, akan ada dua gerhana dalam sebulan, tapi bisa juga ada tiga gerhana.

BACA JUGA:  Begini Cara Mengurus Balik Nama Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB, Lengkapi Syarat Berikut Ini

Gerhana berikutnya akan terjadi pada 16 Mei 2022. Bagi yang tidak dapat melihat gerhana di wilayahnya pada 19 November nanti, akun YouTube Timeanddate membuat siaran langsung.

Dalam keterangan videonya disebutkan bahwa jika langit cerah, penduduk Samudra Pasifik, Amerika Utara dan Selatan, Australia, dan sebagian Eropa dan Asia akan melihat bulan purnama berubah menjadi lebih gelap. (DI/MINEWS)

Berita Terkait

Gaji Tak Sesuai Harapan, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan
iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur! Bawa Chip 2nm hingga Kamera 48 MP, Harganya Mulai Rp20 Jutaan
Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
iPhone Duo Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Pertama Apple Dibanderol Rp35 Juta
Kamera iPhone Bakal Naik Level, 5 Fitur Baru Terendus di iOS 27
Tak Sanggup Bayar Iuran? Begini Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis
Twitter Comeback, Platform Baru Ini Hadir dengan Misi Menyaingi X
Siap-Siap! Harga iPhone 18 Dikabarkan Lebih Mahal, Krisis Memori Jadi Pemicu

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:38 WIB

Gaji Tak Sesuai Harapan, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan

Sabtu, 12 September 2026 - 07:59 WIB

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur! Bawa Chip 2nm hingga Kamera 48 MP, Harganya Mulai Rp20 Jutaan

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Jumat, 11 September 2026 - 07:35 WIB

iPhone Duo Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Pertama Apple Dibanderol Rp35 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Kamera iPhone Bakal Naik Level, 5 Fitur Baru Terendus di iOS 27

Berita Terbaru