Inflasi Singapura Catat Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun

- Admin

Rabu, 24 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Landmark Singapura. Foto: Istimewa

Landmark Singapura. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Inflasi inti Singapura pada Oktober 2021 naik ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.

Kenaikan tertinggi dalam kurun waktu hampir tiga tahun ini dipicu oleh melonjaknya harga makanan dan jasa.

Dikutip dari Channel News Asia (CNA) via CNBCINDONESIA.COM, data resmi yang dirilis Selasa (23/11/2021) menunjukkan inflasi inti Singapura, tidak termasuk biaya akomodasi dan transportasi pribadi, naik menjadi 1,5% secara tahunan atau year-on-year (yoy), meningkat dari 1,2% pada September.

Sementara indeks harga konsumen utama, atau inflasi keseluruhan, melonjak menjadi 3,2% yoy pada Oktober, naik dari 2,5% pada bulan sebelumnya.

Sementara jajak pendapat Reuters dari para ekonom sempat memperkirakan peningkatan inflasi inti sebesar 1,3% dan perkiraan inflasi keseluruhan sebesar 2,8%.

Baca Juga :  Resesi Seks di Singapura, Ini Penyebab Terbarunya

Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) mengatakan, kenaikan tersebut mencerminkan inflasi transportasi dan akomodasi swasta yang lebih kuat, di atas inflasi inti yang lebih tinggi.

Inflasi makanan naik menjadi 1,7% pada Oktober, naik dari 1,6% pada September. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga makanan tidak dimasak, dengan inflasi makanan jadi sebagian besar datar.

Inflasi yang lebih tinggi untuk tiket pesawat dan biaya liburan menyebabkan peningkatan laju inflasi jasa, dari 1,2% pada September menjadi 1,6% per Oktober. Biaya kuliah dan biaya lainnya, serta harga layanan rekreasi dan budaya, juga mengalami kenaikan yang lebih besar.

Harga mobil, yang dipengaruhi oleh kenaikan premi COE, mengalami kenaikan yang kuat, yang menyebabkan kenaikan tajam dalam biaya transportasi pribadi. Inflasi dalam kategori ini melonjak menjadi 14,3% yoy per Oktober, dibandingkan 10,8% bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Singapura Bebaskan Negara-Negara Besar dari Kewajiban Karantina

Sewa perumahan juga naik, yang berdampak pada inflasi akomodasi, dari 1,9% per September menjadi 2,5% per Oktober.

MAS dan MTI memproyeksikan peningkatan inflasi inti yang stabil di triwulan mendatang karena meningkatnya biaya impor dan tenaga kerja, ditambah dengan pemulihan aktivitas ekonomi domestik.

Proyeksi inflasi inti pada tahun 2021 secara keseluruhan tetap tidak berubah, mendekati batas atas kisaran perkiraan 0 hingga 1% tahun ini, dengan peningkatan lebih lanjut menjadi 1-2% pada 2022.

Inflasi keseluruhan diperkirakan akan mencapai sekitar 2% tahun ini dan rata-rata 1,5-2,5% tahun depan.

Baca Juga :  China Meluncurkan Kapal Yinmahu, Kapal Induk yang Angkut Kapal Perang

“Di tengah keterlambatan konstruksi, inflasi akomodasi harus tetap kuat dan terus mendukung inflasi IHK-Semua Barang pada 2022,” kata MAS dan MTI.

Inflasi transportasi swasta diproyeksikan “moderat” tahun depan, sebab pihak berwenang memperkirakan laju kenaikan yang lebih lambat dalam premi COE dan biaya bensin.

“Prospek inflasi global tetap tidak berubah dari bulan sebelumnya, dengan inflasi tetap tinggi dan kemungkinan akan bertahan untuk beberapa waktu”, kata MAS dan MTI.

“Terutama, kenaikan harga minyak mentah didukung oleh kondisi pasokan yang ketat, serta penguatan permintaan. Ketidaksesuaian pasokan-permintaan di berbagai pasar komoditas dan barang, serta kemacetan dalam transportasi global, kemungkinan akan berlanjut dalam waktu dekat,” tutupnya. (RP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB