Calon Pekerja Migran Terjerat Modus Baru

- Publisher

Jumat, 21 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI yang berhasil diselamatkan oleh pihak berwajib. Foto: ANTARA

PMI yang berhasil diselamatkan oleh pihak berwajib. Foto: ANTARA

Pada masa pandemi dengan ekonomi mencekik seperti saat ini, tawaran bekerja dengan gaji sekitar Rp5 juta memang menggiurkan. Apalagi, ada uang muka yang dibayarkan sebelum PMI terbang ke tanah peraduan.

Modus menjerat PMI ilegal ini berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya. Kalau dulu, calon pekerja harus membayar uang jutaan rupiah untuk dapat diberangkatkan ke Malaysia. Kali ini sebaliknya, semua gratis, bahkan diberikan saku Rp3 juta.

Tidak heran apabila banyak yang terperangkap buaian indah ini, namun yang namanya jerat, pada akhirnya akan berat.

BACA JUGA:  Perkuat Layanan Dasar, Amsakar–Li Claudia Ajak Kader Posyandu dan Kelurahan Siaga Bersinergi Majukan Batam

Selain diberangkatkan ilegal melalui pelabuhan tikus berlayar dengan kapal kecil, penyalur juga mengambil gaji mereka selama empat bulan pertama.

“Bukan dipotong, tapi enggak dapat,” kata calon PMI ilegal lainnya, N (43) warga Banyuwangi Jawa Timur menceritakan perjanjian dengan penyalur.

Tapi bagi dia, itu tidak menjadi masalah. Karena gaji 1.300 ringgit pada bulan-bulan berikutnya dinilai sudah cukup membayar semua jerih payah.

BACA JUGA:  Perhatian! Tim Gabungan Dibentuk, Rabu Depan Pelanggaran Langsung Ditindak

Sedih sekali membayangkan perempuan-perempuan tangguh ini rela bekerja selama empat bulan tidak dibayar. Apalagi ketika berlayar ke Malaysia mereka harus berdesakan di kapal kecil yang tidak layak di tengah gelombang laut tinggi pada Bulan Januari.

Sungguh, kepedihan yang terasa. Dua pengalaman mengiris hati saat kapal pembawa PMI ilegal tenggelam dan menyebabkan korban jiwa masih segar dalam ingatan.

BACA JUGA:  Pulau Terluar di Batam Segera Akan Disertifikasi

Untungnya, aparat kepolisian mengendus kejahatan itu, menggerebek penampungan di Pulau Juda. Polda Kepri berhasil mengungkap jaringan pengiriman PMI ilegal, dengan mengamankan total 22 orang calon PMI dan menangkap dua orang tersangka.

Beriringan dengan pengungkapan kasus itu, BP2MI memulangkan seluruh korban ke daerah asalnya .SR merasa lega. Sedang N masih penasaran untuk mengadu nasib di Malaysia.

“Kalau jalur legal, saya masih mau,” kata dia.

Penutupan Perbatasan

Berita Terkait

Ulang Tahun ke-54 Li Claudia Chandra, Ulik Mulyawan: Semoga Langkah Pengabdian Selalu Dimudahkan
Li Claudia Chandra Genap 54 Tahun, Ketua DPRD Kota Batam Titip Doa dan Harapan Besar untuk Batam
Modus Baru Program MBG Terbongkar, Dua Titik Dapur SPPG Dijual Rp200 Juta di Batam
Buka Bimtek Pajak Daerah, Sekda Firmansyah Sampaikan Pesan Penting Li Claudia soal Pelayanan Publik
Gerak Cepat, BP Batam Perbaiki Jalan Rusak untuk Kenyamanan Masyarakat
BP Batam Tanamkan Nilai Profesionalisme dan Integritas kepada Pegawai
Plh Wako Li Claudia Lepas Kloter Terakhir Embarkasi Batam, Amsakar dan Erlita Berangkat Haji Bersama Jemaah
Macet Bertahun-tahun di Jalan Cikitsu–SMUN 3 Akhirnya Diurai, Warga Berterima Kasih ke Amsakar–Li Claudia

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:49 WIB

Ulang Tahun ke-54 Li Claudia Chandra, Ulik Mulyawan: Semoga Langkah Pengabdian Selalu Dimudahkan

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:41 WIB

Modus Baru Program MBG Terbongkar, Dua Titik Dapur SPPG Dijual Rp200 Juta di Batam

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:13 WIB

Buka Bimtek Pajak Daerah, Sekda Firmansyah Sampaikan Pesan Penting Li Claudia soal Pelayanan Publik

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:38 WIB

Gerak Cepat, BP Batam Perbaiki Jalan Rusak untuk Kenyamanan Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:29 WIB

BP Batam Tanamkan Nilai Profesionalisme dan Integritas kepada Pegawai

Berita Terbaru