Per 1 April, Singapura Cabut Aturan Karantina Pendatang Luar Negeri

- Admin

Jumat, 25 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singapura akan mencabut aturan karantina COVID-19 bagi pendatang yang sudah divaksinasi lengkap dari luar negeri yang tiba di negara itu pada 1 April 2022 mendatang. Foto: Istimewa

Singapura akan mencabut aturan karantina COVID-19 bagi pendatang yang sudah divaksinasi lengkap dari luar negeri yang tiba di negara itu pada 1 April 2022 mendatang. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Singapura akan mencabut aturan karantina COVID-19 bagi pendatang yang sudah divaksinasi lengkap dari luar negeri yang tiba di negara itu pada 1 April 2022 mendatang.

Hal itu dinyatakan oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, dalam pidatonya hari ini, Kamis (24/3), demikian dikutip Reuters via CNNINDONESIA.

Lee juga mencabut aturan pemakaian masker di luar ruangan karena kasus COVID-19 yang terus menurun.

Baca Juga :  Jeff Bezos Diperkirakan akan Menjadi Triliuner Pertama di Dunia

Singapura menjadi salah satu negara pertama yang berencana menerapkan strategi hidup berdampingan dengan COVID-19. Namun, rencana ini harus tertunda karena ledakan kasus varian Omicron beberapa waktu lalu.

“Yang terpenting, sistem perawatan kesehatan Singapura tetap tangguh. Sektor kesehatan kami berada di bawah tekanan yang cukup besar saat puncak gelombang Omicron, tapi kami bertahan. Saat ini, bebannya masih berat, tapi tekanannya sekarang berkurang,” kata Lee seperti dikutip The Straits Times.

Baca Juga :  Karena Corona, Singapura Tidak Berangkatkan Jama'ah Haji Tahun Ini

Lee lalu melanjutkan, “Dengan mempertimbangkan semua hal, kami percaya bahwa kami sekarang siap untuk mengambil langkah maju yang menentukan menuju hidup berdamai dengan COVID-19.”

Pada Februari, kasus harian di Singapura mencapai puncak dengan 26 ribu kasus. Pemerintah sampai-sampai mengerahkan 100 tentara untuk membantu penanganan COVID-19 usai rumah sakit kewalahan menghadapi lonjakan pasien.

Namun kini, gelombang Omicron di Singapura mulai mereda. Jumlah kasus harian turun menjadi sekitar 9.000 pada Rabu (23/3).

Baca Juga :  Singapura Buka Bulan September, Simak Ini Syaratnya

Sebagian besar kasus di negara Asia Tenggara ini memiliki gejala ringan atau tanpa gejala sekitar 92 persen dari total 5,5 juta penduduk.

Sebagai salah satu upaya meredam laju penularan virus corona, Singapura mempercepat program vaksinasi. Sejauh ini tercatat 71 persen penduduk sudah menerima booster vaksin. (RP/CNNINDONESIA)

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB