Pemerintah Arab Saudi Naikkan Kuota Umrah di Bulan Ramadan

- Publisher

Senin, 4 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Memasuki bulan suci Ramadan, antusiasme umat Muslim dunia untuk menjalankan ibadah Umrah semakin meningkat. Terhitung sejak awal musim, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pun mengeluarkan sebanyak 23 juta izin Umrah.

Dilansir dari MINEWS, Juru bicara layanan Haji dan Umrah, Hisyam Al-Saeed mengatakan bahwa warga lokal, penduduk ekspatriat, dan pengunjung yang datang dari luar Kerajaan Arab Saudi mendapat manfaat dari layanan penerbitan izin umrah selama bulan Ramadan.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, China Bangun RS 1.500 Kamar dalam 5 Hari

“Periode masih tersedia bagi orang-orang yang ingin beribadah umrah,” kata Al-Saeed, melansir Saudi Gazzette, Minggu, 3 April 2022.

Kebijakan ini hadir setelah pengumuman Raja Salman yang mengizinkan penggunaan kapasitas penuh dari Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah. Sebagaimana diketahui, pemerintah Arab Saudi kini telah mencabut tindakan pencegahan dan protokol pencegahan pandemi virus corona.

“Kami siap untuk jumlah berapa pun,” sambung Al-Saeed.

“Upaya lapangan Pasukan Khusus Pengamanan Haji dan Umrah, Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjidil Haram, dan Kementerian Haji dan Umrah yang diwakili oleh kader lapangan, mempersiapkan Dua Masjid Suci secara penuh untuk jumlah jemaah ini,” katanya.

BACA JUGA:  Singapura Persingkat Masa Karantina Bagi Pelancong

Al-Saeed menambahkan bahwa petugas di lapangan siap mengelola jamaah umrah dengan cara profesional sebagaimana biasanya.

Sebanyak 56 negara telah mendapat manfaat dari layanan penerbitan izin umrah. Ini membantu mereka yang ingin melakukan ibadah umrah untuk merencanakan perjalanan yang sesuai untuk mereka.

BACA JUGA:  Pabrik Terbesar Bitcoin di China Mau Ditutup

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebelumnya telah memungkinkan pemegang semua jenis visa untuk melakukan ibadah umrah sebelum memasuki Kerajaan melalui aplikasi Eatamarna.

Namun, izin umrah akan otomatis dibatalkan jika orang tersebut telah terinfeksi COVID-19 atau telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, dan jika pemegang visa tidak masuk ke Arab Saudi 6 jam sebelum tanggal pemesanan untuk melakukan umrah.(RBP/MINEWS)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru