Pemko Tanjungpinang Berikan Perhatian Khusus Terhadap Kasus Kekerasan Anak

- Publisher

Jumat, 8 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di kota Tanjungpinang. Foto: Istimewa

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di kota Tanjungpinang. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di kota Tanjungpinang.

Rakor terkait pengasuhan berbasis hak anak ini, berlangsung di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor wali kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (7/4/2022).

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma yang hadir dalam rapat tersebut, mengatakan tujuan dilaksanakan pertemuan ini adalah melakukan koordinasi dalam upaya meminimalisir dan mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan yang dapat merusak masa depan anak.

Karena, banyak berita nasional yang mencuat, kasus kekerasan anak sering muncul dan yang dilaporkan kerap terjadi di lingkungan pendidikan dan ada juga di panti asuhan. Contohnya kasus kekerasan seksual seksual terhadap santriwati yang saat ini ramai di media massa.

BACA JUGA:  Serahkan Bantuan Tenda, Kursi, dan Kaisar, Rahma Harap Digunakan dengan Baik dan Bermanfaat

“Ini jadi perhatian khusus bagi pemko untuk melindungi anak dari kekerasan seksual. Jangan sampai ada kasus-kasus seperti itu terjadi di Tanjungpinang. Karena ini menyangkut masa depan anak,” tegas Rahma.

Mengantisipasi hal itu, Ia juga menyarankan kalau dapat guru, pengasuh, pendamping, bahkan semua petugas yang bekerja di LKSA melakukan tes psikologi untuk mengetahui kepribadian mereka apakah memenuhi syarat dalam mendidik dan mengasuh anak.

“Hasil tes ini bisa menjadi tolok ukur bahwa mereka memenuhi syarat. Sehingga, nantinya LKSA bisa menghasilkan anak didik yang punya keimanan dan ketaqwaan yang luar biasa,” ucapnya.

BACA JUGA:  Persiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Pemko Tanjungpinang Gelar Rapat dengan Forkopimda

Menanggapi saran wali kota, Hamid dari LKSA Al Ibriz Tanjungpinang, mengaku setuju untuk melakukan tes psikolog. Karena, memang masih ada kasus yang terjadi di Tanjungpinang yang perlu diperbaiki bersama. Namun, harus ada komunikasi yang berkelanjutan.

“Soal tes psikolog kami sangat setuju dan kami siap untuk melakukan itu. Keinginan kita bersama predikat Tanjungpinang sebagai kota layak anak harus ditingkatkan,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan selain tes psikolog, pemko juga akan membantu mendorong terlaksananya akreditasi bagi seluruh LKSA.

BACA JUGA:  Sat Polairud Tanjungpinang Manfaatkan Ban Bekas Jadi Bernilai Ekonomis

Sehingga nantinya standar pemenuhan rasio tenaga pengasuh, pendamping, pembimbing dengan jumlah peserta didik bisa dipenuhi, sarana dan prasarana lebih dilengkapi dan prosedur tentang pencegahan kekerasan bisa dipahami dan menjadi acuan seluruh komunitas LKSA.

Kalau memang diperlukan, lanjut Rustam, ada landasan hukum yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan dan pembinaan LKSA ke depan dalam bentuk perwako atau bahkan perda.

“Yang penting itu koordinasi, supaya segala permasalahan anak bisa ditangani secara terpadu oleh instansi yang berkompeten baik dinas sosial, dinas kesehatan, dinas pendidikan, kemenag, dan juga DP3APM,” ujarnya.

Rakor ini diikuti oleh 13 pengelola LKSA se- kota Tanjungpinang. (RBP)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang
Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan
Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Berita Terbaru