Bitcoin Terjun Bebas, Harganya Cuma Rp 479 Juta

- Publisher

Selasa, 10 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Meluasnya aksi jual saham di pasar Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu, membuat harga Bitcoin terus terjun bebas.

Hal ini membuat pasar cryptocurrency menggila dan mendorong cryptocurrency anjlok sekitar 10%.

Melansir CNBC International, Bitcoin turun hampir 5% menjadi US$32.896,25 (atau setara Rp479 juta) sekitar pukul 7 pagi ET atau waktu bagian timur, menurut data dari Coindesk. Bitcoin sendiri merupakan mata uang digital terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar.

Bitcoin sekarang diperdagangkan pada level terendah sejak akhir Januari 2022. Mata uang virtual telah diperdagangkan dalam kisaran sempit tahun ini karena mencoba untuk merebut kembali level tertingginya pada akhir tahun 2021.

BACA JUGA:  Twitter Pakai Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran, Begini Caranya

Sekarang turun lebih dari 50% dari harga puncaknya US$68.990,90 (atau sekita Rp1 miliar) pada November 2021.

Penurunan terjadi setelah blue-chip Dow Jones Industrial Average kehilangan lebih dari 1.000 poin dan Nasdaq anjlok 5% pada Kamis lalu. Kerugian itu menandai penurunan satu hari terburuk sejak 2020. Dow dan Nasdaq jatuh lagi pada Jumat keesokannya.

Sementara itu, Federal Reserve (The Fed) pada Rabu menaikkan suku bunga acuan setengah poin persentase sebagai tanggapan terhadap tekanan inflasi.

BACA JUGA:  Wow! Bitcoin Diprediksi Bisa Tembus Rp 3,5 M

Pasar saham rally setelah ketua Fed Jerome Powell mengatakan kenaikan suku bunga yang lebih besar dari 75 basis poin tidak dipertimbangkan. Tetapi pada Kamis, investor telah menghapus kenaikan reli Fed.

“Secara keseluruhan pasar tetap di bawah tekanan dari inflasi dan kekhawatiran pertumbuhan,” kata Vijay Ayyar, wakil presiden pengembangan perusahaan dan internasional di pertukaran crypto Luno.

Dia mengatakan bahwa jika bitcoin turun di bawah US$30.000, itu bahkan bisa turun lebih jauh ke US$25.000 sebelum ada pergerakan “signifikan” kembali.

BACA JUGA:  Bitcoin Anjlok, 5 Negara Bakal Bangkrut

Kapitalisasi pasar global untuk cryptocurrency berada pada US$1,68 triliun pada Minggu, menurut data dari CoinGecko.com. Sementara volume perdagangan cryptocurrency pada hari terakhir adalah US$119 miliar.

Akibat penurunan ini, investor Crypto juga gelisah selama akhir pekan setelah stablecoin TerraUSD sempat kehilangan pasak dolarnya.

Stablecoin adalah mata uang digital yang dirancang untuk mematok nilainya ke aset dunia nyata. Penerbit stablecoin sering mendukung mata uang virtual mereka dengan aset lain yang disimpan sebagai cadangan. Dalam hal ini, TerraUSD bertujuan untuk dipatok ke dolar AS. (RP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas
AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026
BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026
Isu Kenaikan BBM Dibantah, Pemerintah Pastikan Harga Tetap
Menkeu: Perekonomian Indonesia tidak Suram
Kabar Baik! Batas Lapor SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Batam–Bintan–Karimun Jadi Basis Industri
Di Hadapan Menteri Purbaya, BP Batam Tegaskan Komitmen Benahi Persoalan Investasi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 07:24 WIB

Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas

Rabu, 8 April 2026 - 16:10 WIB

AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026

Kamis, 2 April 2026 - 20:40 WIB

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:23 WIB

Isu Kenaikan BBM Dibantah, Pemerintah Pastikan Harga Tetap

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:30 WIB

Menkeu: Perekonomian Indonesia tidak Suram

Berita Terbaru