April 2022, Tanjungpinang Alami Inflasi 0,84%

INIKEPRI.COM – Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah membuka rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor wali kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (27/5/2022).

Rapat yang berlangsung secara offline dan online ini selanjutnya dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Samsudi, diikuti Kepala BPS, Bulog, Bank Indonesia, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, satgas pangan, serta anggota TPID kota Tanjungpinang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Samsudi mengatakan rapat TPID yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini bertujuan untuk mengevaluasi inflasi yang terjadi pada bulan April serta perkembangan harga dan persediaan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kita harus menjaga stok tetap aman dan harga kebutuhan pokok stabil. Karena tidak lama lagi kita akan menghadapi hari raya iduladha,” ucapnya.

Terkait isu-isu terkini menjelang hari raya qurban, Samsudi meminta instansi terkait untuk terus melakukan komunikasi dengan stakeholder lainnya, terutama dengan balai karantina pertanian dalam hal kebutuhan hewan qurban.

Begitu juga disdagin terus memantau harga kebutuhan bahan pokok dan stok di pasaran.

“Mudah-mudahan tingkat daya beli masyarakat semakin baik sehingga nantinya pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang juga ikut meningkat,” harapnya.

Sementara dalam pemaparan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, Mangamputua Gultom menjelaskan bahwa inflasi kota Tanjungpinang pada bulan April sebesar 0,84%, di mana komoditi dominan penyumbang inflasi dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang kontribusinya 1,78%.

“Kalau dilihat komoditi dominan memberikan inflasi adalah minyak goreng dengan andil 0,4436%, bayam andil 0,0827%, telur ayam ras andil 0,0719%, sawi hijau andil 0,0526%, tarif angkutan udara andil 0,0377%, rokok kretek filter andil 0,0494%, dan mobil andil 0,1445%,” terangnya.

Meski demikian, inflasi 24 kota indeks harga konsumen (IHK) di Sumatera dan Nasional pada April 2022, Kota Tanjungpinang berada di posisi sebelas terendah inflasi yakni 0,84%, sementara kota Batam, sepuluh tertinggi inflasi yakni sebesar 1,12%. Sedangkan secara nasional inflasi mencapai 0,95%.

“Hampir semua kota di Sumatra alami inflasi. Hal ini disebabkan sejumlah komoditi mengalami kenaikan karena adanya perayaan hari raya besar keagamaan pada April dan awal Mei,” katanya. (RP)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!