Sejarah Masjid di Anambas, Kebal dari Bom Jepang

INIKEPRI.COM – Kabupaten Kepulauan Anambas selama ini mempesona setiap siapa saja yang tiba dengan pantai berpasir putih dan pemandangan lautnya yang indah.

Namun, selain wisata baharinya itu, daerah pemekaran Kabupaten Natuna itu juga kaya akan wisata sejarah dan religi.

Masjid Jami’ Baiturrahim, adalah salah bangunan bersejarah yang letaknya di Siantan, Anambas.

Masjid ini dibangun pertama kali pada tahun 1880. Bila dihitung, kini masjid yang terletak di pusat kota Tarempa itu telah berusia lebih dari satu abad, atau sekitar 142 tahun.

BACA JUGA :

Kapal Tertabrak Tangker, Satu Nelayan di Anambas Hilang

Di balik kokohnya bangunan Masjid Jami’ Baiturrahim, ternyata ada cerita menarik di balik sejarah masjid tertua di Anambas ini. Wakil Ketua Pengurus Masjid Jami’ Baiturrahim, Saparudin dilansir dari DETIKCOM, mengatakan sebelum Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1941, wilayah Tarempa pernah diserang oleh 7 buah pesawat milik tentara pasukan Jepang. Pesawat tersebut menjatuhkan bom di sejumlah titik di Pulau Siantan.

“Pada saat jepang masih menjajah, peristiwa (itu di) hari minggu pagi pukul 09.00, tanggal 14 September 1941. (Ada) 7 buah pesawat Jepang yang membombardir Kota Tarempa Pulau Siantan, dan termasuk Masjid Teluk Siantan, (atau sekarang) Masjid Jami Baiturrahim Tarempa,” paparnya , dikutip INIKEPRI.COM, Sabtu (27/8).

BACA JUGA :

Kini, Desa Bayat di Anambas Bisa Nikmati Aliran Listrik PLN Selama 14 Jam

Ajaibnya, meski dijatuhi bom dua kali, namun tidak ada ledakan yang terjadi di Masjid Jami’ Baiturrahim.

Padahal menurut Saparudin, bom meledak di beberapa area lain. Termasuk di sekitar kawasan pasar ikan lama, serta Sungai Sugi yang jaraknya kurang dari 1 Km. Bahkan banyak rumah penduduk yang hancur karena ledakan bom.

“(Iya) di pasar ikan yang lama, daerah pasar dulunya masih pasir dan sungai dan penduduk masih banyak rumah panggung bibir sungai,” ungkapnya.

Meski telah cukup tua, namun bangunan masjid masih berdiri kokoh dan difungsikan sebagai tempat ibadah bagi masyarakat setempat.

Tak hanya orang tua saja, melainkan anak-anak sekolah dasar di sekitarnya juga rajin melakukan ibadah salat di Masjid Jami’ Baiturrahim.

“(Iya), biasanya jemaah yang datang salat di masjid bisa sampai 150-200 orang,” katanya.

Jika dilihat dari luar, penampakan masjid ini terlihat sederhana. Bentuk struktur bangunannya sebagaimana bangunan pada zaman dulu. Dindingnya hanya dicat warna putih dan hijau.

Pada muka depan terpampang nama masjid yang ditulis dalam bentuk kaligrafi berbahasa Arab.

Lalu persis di bawahnya tertulis nama lokasi tempat masjid berdiri, yakni Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. (RBP/ANTARA)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!