Pemprov Kepri dan Kemenhub Sepakati Pengembangan Bandara RHA Karimun

- Publisher

Kamis, 22 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Plt. Dirjen Perhubungan Kemenhub Nur Isnin Istiartono menandatangani nota kesepakatan pembangunan dan pengembangan Bandara RHA Karimun di Jakarta, Rabu (21/9). Foto: ANTARA/Humas Pemprov Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Plt. Dirjen Perhubungan Kemenhub Nur Isnin Istiartono menandatangani nota kesepakatan pembangunan dan pengembangan Bandara RHA Karimun di Jakarta, Rabu (21/9). Foto: ANTARA/Humas Pemprov Kepri

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Bupati Karimun Aunur Rafiq, dan Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono menandatangani nota kesepakatan pembangunan dan pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) di Kabupaten Karimun.

“Penandatanganan nota kesepakatan ini merupakan salah satu tahapan akhir dari upaya kita menggesa pengembangan Bandara RHA Karimun,” kata Gubernur Ansar dalam keterangan tertulis usai menandatangani nota kesepakatan di Gedung Karsa, Jakarta, Rabu 21 September 2022.

Ansar menyebut Kabupaten Karimun merupakan satu dari tiga kawasan free trade zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas di Kepri, selain Kota Batam dan Kabupaten Bintan.

BACA JUGA:  Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun

BACA JUGA :

Gubernur Kepri dan Menhub Bahas Pelabuhan Malako dan Bandara Karimun

Menurutnya, pembangunan dan pengembangan Bandara RHA bertujuan menambah sarana infrastruktur transportasi berupa bandara yang dapat dilandasi oleh pesawat berbadan lebar guna mengakomodir percepatan investasi dan pembangunan, sehingga dapat memicu pertumbuhan ekonomi di daerah sekaligus menunjang sektor pariwisata di Karimun.

“Saat ini dengan panjang landasan Bandara RHA yang hanya 1.430 meter baru cukup untuk mengakomodasi pendaratan pesawat perintis. Sementara untuk didarati pesawat berbadan besar minimal panjang landasan yang dibutuhkan adalah 2.000 meter. Adapun rencananya bandara ini akan diperpanjang hingga 2.000×30 meter,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Fokus Keagamaan, Agar Kepri Selalu Berkah

Ansar mengatakan pengembangan Bandara RHA selain sebagai pendukung pembangunan sektor lainnya dalam mewujudkan sasaran pembangunan nasional, juga akan menjadi pemicu investasi dari tiga wilayah FTZ di Kepri, yakni Batam, Bintan dan Karimun.

BACA JUGA:

Menhub Sepakat Tingkatkan kapasitas Bandara dan Pelabuhan di Karimun

Mantan Anggota DPR RI itu menyebut saat ini investasi di FTZ Karimun sudah mencapai hampir Rp50 triliun, terutama investasi maritim seperti PT Saipem Indonesia Karimun dan PT Oiltanking Karimun.

“Pengembangan bandara ini akan menjadi generating factor investasi-investasi lain yang masuk ke Kepri dan Karimun khususnya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wasekjen DPP KNPI Erwan Bachrani: Aunur Rafiq Bapak Pemuda Kepri

Gubernur Ansar mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang selalu memberi perhatian penuh pada bidang transportasi di Kepri baik laut, darat hingga udara.

Sementara itu, Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono memastikan Menhub selalu berusaha meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antarpemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan konektivitas bagi masyarakat sesuai target pembangunan nasional.

Kemenhub juga berkomitmen akan mendukung penuh percepatan dan pengembangan Bandara RHA di Karimun ke depan.

“Keberadaan bandara ini dapat memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah, dengan tetap memberi pelayanan yang baik, terutama keselamatan penerbangan,” ucap Nur. (DI/ANTARA)

Berita Terkait

Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless
Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya
Karimun Terseret Sanksi Uni Eropa ke Rusia, Terminal Minyak Jadi Sorotan: “Main Api di Jalur Selat Malaka?”
Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun
Ironi Guru Karimun: Puluhan Tahun Mengajar, DPR Minta Status Segera Diperjelas
Rp1,9 Miliar Digelontorkan, Mobil Toyota Baru Siap Antar Bupati, Wabup hingga Sekda Karimun, Katanya untuk Dukung Kinerja
Pemerintah Bangun Tangki Minyak di Karimun Mulai Mei 2026, Dongkrak Cadangan Nasional Jadi 30 Hari
14 Murid MAN Karimun Ikuti Rangkaian Tes Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Karimun Tahun 2026

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:51 WIB

Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless

Rabu, 29 April 2026 - 08:45 WIB

Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya

Sabtu, 25 April 2026 - 12:00 WIB

Karimun Terseret Sanksi Uni Eropa ke Rusia, Terminal Minyak Jadi Sorotan: “Main Api di Jalur Selat Malaka?”

Sabtu, 25 April 2026 - 06:38 WIB

Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun

Jumat, 24 April 2026 - 07:30 WIB

Ironi Guru Karimun: Puluhan Tahun Mengajar, DPR Minta Status Segera Diperjelas

Berita Terbaru