Survei Penyelidikan Tanah Jadi Kendala Pembangunan Jembatan Babin

- Admin

Jumat, 4 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Batam-Bintan. Foto: Dok. Kementerian PUPR

Jembatan Batam-Bintan. Foto: Dok. Kementerian PUPR

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebutkan rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan masih terkendala survei penyelidikan tanah atau soil investigation.

Menurut Ansar, jembatan penghubung Pulau Batam dan Pulau Bintan yang saat ini berdasarkan Detailed Engineer Design (DED) di segmen dukungan pemerintah, masih dibutuhkan 16 titik penyelidikan tanah.

“Hal ini sangat diperlukan untuk menyusun estimasi biaya sehingga mengurangi risiko pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu. Selain itu, juga diperlukan untuk mendapatkan persetujuan desain oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ),” kata Ansar di Tanjungpinang, dilansir dari ANTARA, Kamis 3 November 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :

Jokowi Setuju Pembukaan Travel Bubble Batam Bintan – Singapura

Ansar mengaku sudah menyurati ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahwa Pemprov Kepri belum dapat mengakomodir kebutuhan penyelidikan tanah tambahan sebanyak 16 titik yang bernilai Rp50 miliar.

Baca Juga :  Inflasi di Kota Tanjungpinang Masih Terkendali

Ia bahkan meminta arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk memberikan solusi alternatif pemenuhan anggaran dalam penyelesaian penyelidikan tanah tersebut baik melalui sumber dana APBN maupun sumber dana lainnya.

“Kami siap berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepri untuk telaah penyelidikan tanah dan estimasi biayanya. Kami harap pemerintah pusat dapat mendukung penuh untuk pembangunan jembatan Batam-Bintan ini,” ujar Ansar.

BACA JUGA :

Kepri Segera Miliki RS Jiwa di Bintan

Ansar menyampaikan kegiatan pembangunan jembatan Batam-Bintan sepanjang 14,74 kilometer direncanakan didanai melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sepanjang 7,98 kilometer dengan perkiraan nilai investasi sebesar Rp13,57 triliun, dan Dukungan Pemerintah dalam bentuk Viability Gap Fund berupa pinjaman luar negeri sepanjang 6,76 kilometer dengan nilai pinjaman luar negeri sebesar USD300 juta atau sekitar Rp3,34 triliun.

Baca Juga :  Pemko Tanjungpinang Implementasikan Identitas Kependudukan Digital

Ia menyebut skema pembiayaan pembangunan jembatan ini tercantum dalam Final Business Case yang telah disusun oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan di Kementerian PUPR.

“Porsi dukungan pemerintah dalam kegiatan ini telah tercantum di dalam Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2022 yang diterbitkan oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan nama kegiatan Long Span Bridge Development for Selected Area: Batam-Bintan Bridge,” ungkap Ansar.

Lebih lanjut Ansar mengutarakan selain jembatan Batam-Bintan, berbagai pembangunan infrastruktur yang sedang dikebut di Kepri di antaranya pembangunan bandara Busung di Kabupaten Bintan dan pengembangan bandara Raja Haji Abdullah di Karimun.

“Kedua bandara ini sangat urgensi kita butuhkan untuk konektivitas antar wilayah, karena Bintan dan Karimun itu wilayah perdagangan bebas yang membutuhkan infrastruktur bandara mumpuni,” ujar Ansar. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

KPK RI Gelar Rakor Evaluasi dan Tindak Lanjut Pembangunan Sistem Pencegahan Korupsi di Provinsi Kepri
Antisipasi Kecurangan Pengisian Tabung Gas Elpiji, Disdagin Tanjungpinang Sidak SPBE
DP3APM Kota Tanjungpinang Bekali 60 Perempuan Pelatihan Kuliner Dasar
Panglima TNI Serahkan Bantuan Sosial dan Kunjungi Situs Bersejarah di Pulau Penyengat
Panglima TNI Resmi Sandang Gelar Dato’ Seri Satria Bijaya Negara dari LAM Kepri
Disdagin Tanjungpinang Kumpulkan Distributor Pangan, Bahas Stok dan Kenaikan Harga
Panglima TNI akan Serahkan 1.598 Paket Bansos Kepada Masyarakat saat Kunker ke Kepri
Hadiri Muswil IV BPW KKSS Kepri, Gubernur Ansar Berharap Warga Sulsel Ikut Bangun Majukan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:20 WIB

KPK RI Gelar Rakor Evaluasi dan Tindak Lanjut Pembangunan Sistem Pencegahan Korupsi di Provinsi Kepri

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:15 WIB

Antisipasi Kecurangan Pengisian Tabung Gas Elpiji, Disdagin Tanjungpinang Sidak SPBE

Rabu, 29 Mei 2024 - 07:27 WIB

DP3APM Kota Tanjungpinang Bekali 60 Perempuan Pelatihan Kuliner Dasar

Rabu, 29 Mei 2024 - 07:26 WIB

Panglima TNI Serahkan Bantuan Sosial dan Kunjungi Situs Bersejarah di Pulau Penyengat

Rabu, 29 Mei 2024 - 07:24 WIB

Panglima TNI Resmi Sandang Gelar Dato’ Seri Satria Bijaya Negara dari LAM Kepri

Selasa, 28 Mei 2024 - 07:33 WIB

Disdagin Tanjungpinang Kumpulkan Distributor Pangan, Bahas Stok dan Kenaikan Harga

Selasa, 28 Mei 2024 - 07:29 WIB

Panglima TNI akan Serahkan 1.598 Paket Bansos Kepada Masyarakat saat Kunker ke Kepri

Minggu, 26 Mei 2024 - 07:53 WIB

Hadiri Muswil IV BPW KKSS Kepri, Gubernur Ansar Berharap Warga Sulsel Ikut Bangun Majukan Daerah

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Kesehatan

Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:18 WIB

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Nasional

1 Juni 2024, Pertamina Wajibkan Pembelian LPG 3 Kg dengan KTP

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:17 WIB