Nelayan di perbatasan Malaysia-Singapura Harus Waspadai Cuaca Ekstrem

- Publisher

Jumat, 23 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto:Istimewa

Ilustrasi. Foto:Istimewa

INIKEPRI.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP) kembali mengingatkan kepada nelayan, terutama yang melaut hingga ke perbatasan Malaysia dan Singapura agar mewaspadai cuaca ekstrem pada musim angin utara.

Kepala DKP Kepri Tengku Said Arif Fadillah dilansir dari ANTARA mengatakan, gelombang laut yang potensial mencapai 4-6 meter di Perairan Natuna dan Perairan Kepulauan Anambas. Sedangkan gelombang laut di Perairan Bintan-Tanjungpinang-Batam mencapai 2,5 meter.

BACA JUGA :

Dewi Ansar Serahkan Kit Hidrolik NFT, Alat Tangkap dan Kapal Nelayan Kepada Masyarakat Bintan

“Gelombang laut di Perairan Lingga dan Karimun juga mencapai 2,5 meter sehingga nelayan tradisional yang menggunakan kapal kecil harus waspada,” ujarnya di Tanjungpinang, Jumat 23 Desember 2022.

BACA JUGA:  Cina Diterjang Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat Celsius

Pihaknya mengimbau nelayan melengkapi kapal dengan peralatan seperti GPS, pelampung, dan memastikan mesin kapal dalam kondisi baik. Nelayan tradisional yang biasanya menggunakan perahu kecil sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melaut, karena keselamatan diri mereka harus diutamakan.

Nelayan yang menggunakan kapal dengan kapasitas minimal 30 GT, menurut dia tetap harus waspada, terutama saat muncul awan kumulonimbus atau awan tebal yang menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang.

BACA JUGA :

BMKG Imbau Warga Pesisir di Kepri Waspadai Rob

Kapal dengan kapasitas besar sekalipun harus waspada terhadap gelombang laut setinggi 6 meter pada musim angin utara ini.

“Kami mengakui nelayan tradisional Kepri ini memiliki pengalaman mengarungi samudera, melewati gelombang tinggi, meski menggunakan perahu. Namun gelombang laut setinggi 6 meter itu bukan hal yang biasa. Ini membahayakan keselamatan,” katanya.

BACA JUGA:  Kadis Kominfo Tanjungpinang Pimpin Apel Perdana Pasca-Lebaran

Ia mengatakan nelayan yang menjadi korban dari keganasan gelombang laut relatif sedikit dalam setiap tahun. Namun permasalahan keselamatan nelayan tidak dapat diukur dari banyak atau sedikitnya korban, karena berhubungan dengan nyawa.

“Satu saja sudah sangat banyak sehingga kami mohon kepada nelayan untuk tetap waspada,” kata Tengku Said Arif Fadillah.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini kepada pengguna transportasi laut di Perairan Natuna dan Kepulauan Anambas karena gelombang laut dapat mencapai 4-6 meter.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi A Anugraha mengatakan, gelombang laut di Natuna dipengaruhi angin utara yang memasuki wilayah Indonesia, akibat dari hembusan atau pergerakan angin di permukaan.

BACA JUGA:  DKP Kepri: Investor dari Singapura dan Korsel Tertarik Bisnis Rumput Laut

Ia mengimbau masyarakat, terutama nelayan tradisional dan para pengguna alat transportasi laut agar selalu waspada serta hati-hati, jangan memaksakan beraktifitas di laut jika gelombang laut sedang tinggi.

“Jangan memaksakan diri. Selalu memantau serta memperhatikan kondisi tinggi gelombang signifikan saat ini,” katanya.

Masyarakat dapat mengakses prediksi tinggi gelombang dapat di akses langsung melalui situs BMKG di alamat https://peta-maritim.bmkg.go.id/ofs-static.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi mengatakan seluruh kapal komersial tidak diizinkan untuk berlayar jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan apakah gelombang laut memungkinkan kapal untuk berlayar atau tidak,” demikian Robbi A Anugraha. (DI/ANTARA)

Berita Terkait

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Berita Terbaru