Ini Sejarah Permainan Lato-lato

- Publisher

Senin, 9 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lato-lato. Foto: Istimewa

Lato-lato. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Beberapa waktu terakhir ini, permainan Lato-lato booming di Indonesia.

Tak hanya anak-anak, permainan yang mengeluarkan suara yang cukup bising ini juga dimainkan oleh orang dewasa.

Bahkan, di sejumlah daerah, permainan ini sampai dibuat perlombaannya.

Tapi, tahukah anda sebenarnya Lato-lato adalah permainan yang sudah ada dari dulu?

Lato-lato sebetulnya bukan asli Indonesia. Permainan ini diimpor dari Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Sulit! Cuma 5 Persen Orang Yang Dapat Tebak Angka di Gambar

Di Amerika Serikat, permainan ini disebut dengan clackers, click-clacks, knockers, ker-bangers, atau clankers.

Secara kasat mata, Lato-lato sepertinya sangat mudah dimainkan dengan hanya menggerakkan dua bola sehingga berbunyi “ketek-ketek”.

Di negara asalnya, benda ini serupa dengan ‘bolas’, sebuah senjata berburu yang biasa digunakan oleh para Gaucho atau penduduk di Pampas, Gran Chaco, dan Patagonia, Amerika Selatan.

BACA JUGA:  6 Langkah Menghemat Penggunaan Token Listrik di Rumah

Awalnya, clackers dibuat untuk mengajari anak-anak berlatih koordinasi antara tangan dan mata.

Harian New York Times pernah menerbitkan sebuah catatan pada Agustus 1971 yang menunjukkan adanya kejuaraan dunia clackers.

Peristiwa bersejarah dari mainan ini berlangsung di Italia, tepatnya di desa Calcinatello, dekat Brescia.

Dimainkan sebagai kompetisi dunia, perlombaan ini pun diikuti oleh banyak peserta dari berbagai negara. Sebut saja Belanda, Belgia, Swiss, Inggris, hingga Kanada yang datang untuk membuktikan kemampuan mereka bermain clackers di mata dunia.

BACA JUGA:  Cara Mudah SuperWin di Room FaFaFa Higgs Domino, Gak Perlu Cheat Lagi!

Permainan ini sempat menimbulkan kontroversi sekitar tahun 60 hingga 70-an. Pertama, karena suaranya dianggap mengganggu. Di samping itu, clackers juga menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua karena beberapa anak dilaporkan terluka akibat bermain clakers.

Berita Terkait

Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya
Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI
Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp
Bukan Bahasa Indonesia! Ini Asal-Usul Kata “Haram Jadah” yang Sering Disalahpahami
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Lulusan Madrasah Kini Lebih Fleksibel Mendaftar
iPhone Edisi 20 Tahun: Apple Bawa Layar Melengkung di Semua Sisi
Di ARTOTEL Batam, “Holding Space” Ummi Damas Tampilkan Warna Ceria di Balik Keresahan Ibu
Huawei Luncurkan Pura 90 Pro dan Pro Max, Andalkan Kamera 200 MP dan AI Canggih
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 08:18 WIB

Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya

Rabu, 29 April 2026 - 07:52 WIB

Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI

Senin, 27 April 2026 - 12:42 WIB

Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp

Senin, 27 April 2026 - 08:33 WIB

Bukan Bahasa Indonesia! Ini Asal-Usul Kata “Haram Jadah” yang Sering Disalahpahami

Minggu, 26 April 2026 - 08:16 WIB

Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Lulusan Madrasah Kini Lebih Fleksibel Mendaftar

Berita Terbaru