Tradisi Masyarakat ASEAN Bersilaturahmi saat Idulfitri

- Publisher

Selasa, 25 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Silaturahmi lebaran. Foto: Freepik

Silaturahmi lebaran. Foto: Freepik

INIKEPRI.COM – Berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga maupun sahabat dan orang terdekat menjadi tradisi masyarakat ASEAN di Malaysia saat merayakan Idulfitri.

Warga negara Indonesia (WNI) asal Sumatera Barat Wiffy Zalina Putri di Kuala Lumpur, Minggu (24/4/2023), mengatakan saat Idulfitri tiba, keluarganya akan mendatangi setiap rumah kerabatnya yang ada di sana, di mulai dari rumah saudara ayahnya yang tertua di sana.

Biasanya, menurut Wiffy, mereka akan segera pergi ke rumah pamannya setelah selesai melaksanakan shalat Idulfitri.

BACA JUGA :

Idulfitri di Negeri Sejuta Gajah

“Tradisi berkunjung untuk berkumpul bersama keluarga besar itu akan berakhir hingga tengah malam,” kata Wiffy melalui keterangan tertulisnya, Senin (24/4/2023).

Bahkan kadang hingga pukul 11.00 malam waktu setempat.

Pada Lebaran kedua baru keluarganya menerima saudara, kerabat, tetangga, sahabat di rumahnya, kata Wiffy. Semua hidangan yang mereka siapkan sehari sebelum hari raya terhidang saat itu.

BACA JUGA:  Pasca Pandemi, Ini Skill Pekerjaan yang Dibutuhkan

Haidi, WNI asal Pamekasan yang sudah tujuh tahun bekerja di Lembah Klang sedikit berbeda.

Karena belum memiliki keluarga, ia mengatakan saat Idulfitri tiba, silaturahmi yang dilakukannya adalah berkumpul dengan teman-teman sekampung yang ada di perantauan.

“Nek Lebaran yo podo ngumpul sak koncoan dolan bareng bakar sate pokok e best lah (Kalau Lebaran ya kumpul dengan teman-teman main sama-sama bakar sate pokoknya terbaik lah), kata Haidi.

Maklum, karena semua temannya di sana laki-laki, maka tentu tidak ada hidangan khas hari raya seperti saat ada di kampung halaman. Sate jadi hidangan mewah yang pas bagi mereka.

“Rasanya memang berbeda ketika bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan orang tua di kampung halaman. Berkumpul dengan teman-teman seperantauan sudah jauh lebih baik dari pada sendiri saat Idulfitri,” kata Haidi.

BACA JUGA:  Idulfitri di Negeri Sejuta Gajah

Jamuan Raya atau di Indonesia dikenal dengan open house menjadi tradisi di Malaysia.

Tuan rumah akan membuka pintu lebar-lebar, siapapun boleh datang, tidak hanya mereka yang beragama Islam.

Sajian khas Idulfitri tentu juga terhidang saat itu, memanjakan tamu yang datang untuk bersilaturahmi.

Pada hari pertama Idulfitri 1444 Hijriah, setelah shalat Ied, Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al Sultan Abdullah menggelar upacara makan Hari Raya di Istana Negara.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim beserta istri, Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi, mantan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob, dan menteri-menteri dan wakil-wakil menteri kabinet, hingga kepala perwakilan asing mendapat kesempatan untuk hadir.

Istimewanya, Raja dan Permaisuri berkenan meluangkan masa beramah tamah dengan semua tamu dan keluarganya yang hadir.

BACA JUGA:  Kota Saranjana Yang Modern nan Misterius, Begini Kisahnya

Warga Indonesia asal Cirebon yang juga sudah lama tinggal di Malaysia, Mimin Mintarsih, juga melakukan hal sama.

Bahkan melalui akun media sosialnya mengumumkan kapan ia dan suaminya ada di rumah untuk menerima kunjungan kerabat dan handai tolan.

Bahkan sudah sejak jauh hari ia juga sudah membuat sendiri kue-kue kering khas hari raya seperti nastar, yang di Malaysia biasa disebut tart nanas.

Berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, saudara, teman saat Hari Raya Idulfitri menjadi tradisi sama masyarakat ASEAN.

Kedekatan lewat tradisi dapat menjadi modal untuk bersama-sama menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan dunia, sebagaimana tema Kekuatan ASEAN Indonesia 2023, ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. (RBP)

Berita Terkait

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya
Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI
Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp
Bukan Bahasa Indonesia! Ini Asal-Usul Kata “Haram Jadah” yang Sering Disalahpahami
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Lulusan Madrasah Kini Lebih Fleksibel Mendaftar
iPhone Edisi 20 Tahun: Apple Bawa Layar Melengkung di Semua Sisi
Di ARTOTEL Batam, “Holding Space” Ummi Damas Tampilkan Warna Ceria di Balik Keresahan Ibu

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Senin, 4 Mei 2026 - 08:18 WIB

Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya

Rabu, 29 April 2026 - 07:52 WIB

Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI

Senin, 27 April 2026 - 12:42 WIB

Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp

Senin, 27 April 2026 - 08:33 WIB

Bukan Bahasa Indonesia! Ini Asal-Usul Kata “Haram Jadah” yang Sering Disalahpahami

Berita Terbaru

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Batam

Amsakar: Masa Depan Batam Ditentukan Daya Saing SDM

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:40 WIB