Penduduk Miskin di Kepulauan Riau Turun 6,4 Ribu Orang

- Publisher

Selasa, 18 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan Maret 2023 mencapai 142,50 ribu orang.

Hal itu berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah itu turun 6,4 ribu orang apabila dibandingkan pada bulan September 2022 yang sejumlah 148,89 ribu orang.

“Kondisi penduduk miskin di Kepri periode Maret 2023 dibanding Maret 2022, juga turun sebanyak 9,18 ribu orang, yaitu dari 151,68 ribu orang menjadi 142,50 ribu orang,” kata Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus di Tanjungpinang, dilansir dari ANTARA, Senin (17/72023).

BACA JUGA :

BPS: Kepri Alami Deflasi Seiring Turunnya Harga Komoditas Pangan

BPS : Singapura Masih Menjadi Negara Tujuan Ekspor Terbesar Kepri

BACA JUGA:  Semester I, Kunjungan Wisman ke Kepri Naik 665,58 Persen

Lanjut Darwis, jika berdasarkan daerah tempat tinggal, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan di Kepri turun dari 119,52 ribu orang pada September 2022, menjadi 111,90 ribu orang pada Maret 2023.

Sebaliknya, di daerah perdesaan naik, yakni dari 29,37 ribu orang pada September 2022, menjadi 30,60 ribu orang pada Maret 2023.

“Selama periode Maret 2022 – Maret 2023, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan, baik dari Maret 2022 ke September 2022 maupun pada Maret 2023. Sedangkan di daerah perdesaan justru sebaliknya, terjadi kenaikan baik dari Maret 2022 ke September 2022 maupun pada Maret 2023,” ungkapnya.

Jelas Darwis, bahwa penduduk miskin merupakan penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

BACA JUGA:  Dinkes Tanjungpinang Targetkan 1.450 Akseptor dalam Pelayanan KB Gratis

Selama periode September 2022 hingga Maret 2023, lanjutnya, garis kemiskinan naik sebesar 1,65 persen, yaitu dari Rp730.462 per kapita per bulan pada September 2022 menjadi Rp742.526 per kapita per bulan pada Maret 2023.

Sedangkan pada periode Maret 2022 hingga September 2022, garis kemiskinan juga naik sebesar 6,78 persen, yaitu dari Rp684.070 per kapita per bulan pada Maret 2022 menjadi Rp730.462 per kapita per bulan pada September 2022.

Adapun komoditi makanan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan di perkotaan pada Maret 2023, yaitu beras sebesar 13,87 persen, kemudian diikuti komoditi rokok kretek filter yang sebesar 8,78 persen.

BACA JUGA:  BPS Catat Inflasi Januari 2025 Sebesar 0,76 Persen

Daging ayam ras memberikan kontribusi terbesar ketiga terhadap garis kemiskinan, yaitu 6,23 persen.

Sementara untuk wilayah perdesaan, beras dan rokok kretek filter memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan, masing-masing sebesar 16,16 persen dan 13,11 persen.

BACA JUGA :

BPS: Nilai Ekspor Pemprov Kepri Periode Juni 2021 Naik 2,81 Persen

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

“Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2023 tercatat sebesar 67,55 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2022 yaitu sebesar 67,25 persen,” pungkas Darwis Sitorus. (DI/ANTARA)

Berita Terkait

22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan
Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026
Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia
Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz
Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:39 WIB

22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:42 WIB

Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Berita Terbaru