BPS: Kepri Alami Deflasi Seiring Turunnya Harga Komoditas Pangan

- Publisher

Selasa, 4 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan Maret 2023 alami deflasi sebesar 0,29 persen. Hal itu terjadi seiring turunnya harga komoditas pangan.

“Deflasi terjadi karena penurunan IHK dari 113,55 pada Februari 2023 menjadi 113,22 pada Maret 2023,” kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus melalui siaran pers secara daring, dilansir dari ANTARA, Senin 3 April 2023.

Dari dua kota IHK di Kepri periode Maret 2023, tercatat Kota Batam mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dan Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

BACA JUGA:

Jaga Inflasi dan Cegah Panic Buying, Pemprov Kepri Gelar Pasar Murah di Sepanjang Bulan Ramadan

BACA JUGA:  Silaturahim ke Majelis Taklim Permata, Wako Rahma Kagumi Wisata Tanjung Siambang

Sementara secara year on year (yoy), kata dia, IHK dua kota di Kepri mengalami inflasi sebesar 4,77 persen atau di bawah rata-rata inflasi nasional sebesar 4,97 persen.

“Jadi kondisi Maret 2023, terjadi penurunan harga komoditas pangan. Tapi, memasuki April ini perlu diantisipasi harga sembako mulai naik seiring momentum Ramadhan dan Idul Fitri di bulan yang sama,” ujarnya.

Menurut Darwis memaparkan dari dua kota IHK di Kepri, andil inflasi/deflasi terbesar ternyata berasal dari kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 1,27 persen.

Kemudian pakaian dan alas kaki juga mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Namun, perumahan air listrik dan bahan bakar mengalami inflasi 0,04 persen, perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 0,07 persen.

BACA JUGA:  Korupsi Izin Tambang, 2 Mantan Kadis di Pemprov Kepri Jalani Sidang Perdana

Transportasi mengalami inflasi 0,40 persen, dan pengawalan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 0,43 persen.

“Untuk kesehatan, informasi komunikasi dan jasa keuangan, pendidikan, penyediaan makanan dan minuman/restoran tak ada mengalami perubahan,” ujarnya.

BACA JUGA :

Pemerintah-BI Sepakati Strategi Pengendalian Inflasi

Ia turut menambahkan ada sepuluh komoditas yang mempunyai andil inflasi terbesar dari dua kota IHK Kepri periode Maret 2023, yakni daging ayam ras 2,80 persen, rokok kretek filter 1,19 persen, emas perhiasan 1,77 persen, sotong 7,46 persen, angkutan udara 1,54 persen, bensin 0,49 persen, ikan selar 4,76 persen, kentang 7,64 persen, cumi-cumi 6,23 persen, dan cat tembok 2,09 persen.

BACA JUGA:  Inflasi Desember 2024 Sebesar 1,57 Persen

Sedangkan sepuluh komoditas yang mempunyai andil deflasi terbesar dari dua kota IHK Kepri periode Maret 2023, antara lain kangkung -39,97 persen, bayam -36,51 persen, cabai merah -11,62 persen, sawi hijau -21,78 persen, bawang merah -7,26 persen, kacang panjang -14,49 persen, tomat -11,26 persen, telur ayam ras -2,03 persen, ketimun -16,42 persen, da sepatu anak -7,43 persen.

“Perlu jadi perhatian bersama, khususnya tim pengendalian inflasi daerah (TPID) patut mewaspadai komoditas pokok yang kerap dikonsumsi masyarakat berpotensi terjadinya inflasi jelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah,” katanya menegaskan. (RP/ANTARA)

Berita Terkait

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026
Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode
Lis Darmansyah Resmikan Gerai Perdana Indomaret di Tanjungpinang pada 19 Juni
Mustava Resmi Pimpin KADIN Kepri 2026-2031, Anindya Bakrie: Kepri Tepat Kembangkan Perdagangan dan Industrialisasi
23 Gerai Koperasi Merah Putih di Kepri Rampung, Operasional Ditargetkan Mulai Agustus 2026

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:36 WIB

Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode

Berita Terbaru