PW GPII Kepri: Wali Kota dan Kepala BP Batam Harus Bertanggung Jawab

- Publisher

Minggu, 10 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PW GPII Kepri. Foto:Istimewa

PW GPII Kepri. Foto:Istimewa

Terkait bentrok fisik antara masyarakat dan petugas gabungan di Pulau Rempang, Kamis (7/9/2023).

INIKEPRI.COM – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kepulauan Riau, mengamati peristiwa bentrokan fisik yang terjadi antara aparat keamanan dan warga masyarakat di Jembatan 4 Pulau Rempang pada hari Kamis, (7/9/2023), yang mengakibatkan bentrok fisik sehingga korban berjatuhan, baik dalam bentuk terkena tembakan gas air mata maka dengan penuh keprihatinan yang sangat mendalam.

Dalam siaran pers yang diterima INIKEPRI.COM, Minggu (10/9/2023), PW GPII Kepri menyebutkan, peristiwa tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, jika Pemerintah Daerah Batam dan BP Batam mengkedepankan aspek kepimpinan yang berkarakter dengan menanggalkan kekuasaan, sebagai catatan negara ini dibentuk oleh para pendahalu adalah melindungi segenap tumpah darah rakyat Indonesia bukan sebagai alat untuk menindas rakyat.

Dalam konteks ini, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kepulauan Riau, ingin menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

BACA JUGA:  Buka Turnamen Mobile Legend, Amsakar Sebut ASLI Akan Fasilitasi Komunitas E-Sport di Batam

BACA JUGA :

Polisi: 28 September 2023, Pulau Rempang Harus Clear dan Clean

Bentrokan di Rempang, Polisi Tangkap 8 Orang

ISESS: Pemerintah Diminta untuk Usut Bentrokan di Pulau Rempang

  1. PW GPII Kepri mengecam keras insiden bentrokan fisik antara aparat keamanan dan warga masyarakat yang mengakibatkan korban dalam bentuk terkena tembakan gas air mata.
  2. Kami mendesak Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau tanpa syarat apapun agar segera membebaskan seluruh warga rempang galang yang ditahan karena mereka-mereka bukan musuh negara namun mereka hanya rakyat biasa yang sedang mempertahankan haknya yang telah dimiliki secara turun temurun maka negara memperlakukan mereka secara manusiawi dan beradab.
  3. Kami mendesak Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau untuk menghentikan tindakan kekerasan dalam segala bentuk yang dapat memicu konflik sosial di masyarakat serta menjamin suasana aman dan nyaman bagi seluruh warga.
  4. Kami mendesak Kepala Badan Pengusahaan Kawasan (BP) Batam dan Walikota Batam untuk bertanggungjawab atas jatuh korban luka-luka dan lain dengan dengan menanggung seluruh biaya pengobatan.
  5. Kami mengharapkan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan (BP) Batam untuk memprioritaskan musyawarah dan kesepakatan dalam menyelesaikan pengembangan investasi di Pulau Rempang dengan cara yang adil dan beradab, berakhlak mulia serta dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan.
  6. Kami ingin mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Batam telah menerbitkan Peraturan Walikota Batam No. KPTS 105/HK/III/2004 tanggal 23 Maret 2004 tentang Penetapan Perkampungan Tua di Kota Batam sebagai pengakuan atas eksistensi hak ulayat/hak adat masyarakat yang telah bermukim dalam waktu yang lama. Keputusan ini juga telah disetujui bersama oleh BP Batam, di hadapan Gubernur Kepulauan Riau, dan disaksikan oleh BPN Batam sebagai keputusan bersama yang harus dihormati oleh semua pihak.
  7. Kami mendorong semua pihak untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak menciptakan ketidak stabilan yang dapat mengganggu kedamaian Kota Batam, yang juga merupakan kawasan investasi yang penting.
  8. Kami menggarisbawahi bahwa 16 Titik Kampung Tua di Pulai Rempang dan Pulau Galang adalah bagian integral dari Perkampungan Tua di Kota Batam di kawasan hinterland.
BACA JUGA:  Foto Amsakar Bersama Yuwanky Beredar, Pemko Batam Tegaskan Konteksnya Kerja Sama Pasar Induk Jodoh

PW GPII juga berharap pernyataan sikap ini akan membantu menjaga dan memelihara suasana yang penuh dengan rasa aman, kenyamanan, dan kedamaian bagi seluruh penduduk.

BACA JUGA:  Amsakar dan Janji Lima Tahun untuk Batam Madani

BACA JUGA :

PW GPII Sesalkan Tindakan Premanisme Saat Pelantikan DPD KNPI Kepri

Pernyataan PW GPII Kepri ini ditanda tangani oleh Ketua Umum PW GPII Kepri Joni, M.Pd. dan diketahui oleh Dewan Syuro PW GPII Kepri Amirul Khalish Manik. (MIZ)

Berita Terkait

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan
Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik
Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil
GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya
VIRAL! Tiga Anak di Bengkong Belum Sekolah, Amsakar Langsung Turun Tangan
PLN Batam Buka Akses Informasi Kompensasi Pascagangguan Listrik, Pelanggan Bisa Cek Lewat Aplikasi
Amsakar Instruksikan Percepatan Serapan Anggaran Pemko dan BP Batam, Soroti Air Bersih hingga Sampah

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 12:22 WIB

Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik

Kamis, 5 November 2026 - 10:25 WIB

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Rabu, 4 November 2026 - 10:30 WIB

GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya

Rabu, 4 November 2026 - 07:22 WIB

VIRAL! Tiga Anak di Bengkong Belum Sekolah, Amsakar Langsung Turun Tangan

Berita Terbaru