Kolaborasi dengan LAM, Disbudpar Tanjungpinang Gelar Festival Silat Serumpun 2023

- Publisher

Jumat, 10 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) menggelar Festival Silat Serumpun 2023, di laman Tugu Sirih, Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (9/11/2023). Foto: Diskominfo Tanjungpinang

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) menggelar Festival Silat Serumpun 2023, di laman Tugu Sirih, Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (9/11/2023). Foto: Diskominfo Tanjungpinang

INIKEPRI.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) menggelar Festival Silat Serumpun 2023, di laman Tugu Sirih, Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (9/11/2023).

Festival Silat Serumpun dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, yang mewakili Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, S.Sos.

BACA JUGA :

Disbudpar Tanjungpinang Beri Pelatihan Pemandu Wisata Bagi Warga Madong dan Sei Nyirih

Disbudpar Tanjungpinang Gelar Pameran Temporer Siklus Kehidupan Orang Melayu

Pembukaan festival diawali dengan defile 530 peserta dari sembilan perguruan kota Tanjungpinang, kabupaten Bintan, dan negara Malaysia.

Saat membacakan pidato Pj. Wali Kota Hasan, Asisten II Bambang menyampaikan pencak silat merupakan olahraga beladiri warisan kekayaan khasanah budaya bangsa Suku Melayu yang mengandung nilai-nilai etika dan estetika, serta sarat dengan makna kearifan, keteladanan, kependekaran dan keluhuran budi pekerti, sebagai pembentuk karakter bangsa.

BACA JUGA:  Disbudpar Tanjungpinang Inspirasi 80 Siswa SMP dalam Musik Tradisi Melayu Kepri

Menurutnya, dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pencak silat telah menjadi media edukasi kultural yang melahirkan generasi pendekar, pemberani dengan semangat patriotisme yang cinta bangsa dan tanah air.

“Sebagai salah satu unsur budaya warisan leluhur, pencak silat terkait erat dengan kultur budaya masyarakat Melayu di Kepulauan Riau khususnya dan di Nusantara umumnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, perjalanan sejarah budaya Melayu berkait secara kultur dengan perjalanan pencak silat itu sendiri, berkembang secara luas baik sebagai beladiri maupun sebagai permainan anak negeri.

Artinya, lanjutnya, pencak silat bagi masyarakat Melayu merupakan warisan budaya yang digunakan bukan saja sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai seni persembahan di dalam berbagai kegiatan majlis.

BACA JUGA:  Meriahkan Hari Jadi ke-240 Tanjungpinang, Disbudpar Hadirkan Atraksi Seni Budaya

Ia menjelaskan, pada 12 Desember 2019 di Colombo, UNESCO mencanangkan bahwa Pencak Silat merupakan warisan tak benda yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu seluruh pihak yang berkaitan dengan Pencak Silat, baik IPSI, berbagai perguruan dan komunitas Pencak Silat yang ada di Indonesia.

Termasuk pemerintah Indonesia berupaya mempertahankan warisan budaya tak benda Pencak Silat Tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Pada akhirnya rakyat atau suku bangsa Indonesia semakin mengenal dan mencintai budaya negerinya sendiri,” ucapnya.

Untuk melestarikan Pencak Silat, katanya, perlu sebuah aktivitas yang konkrit dalam bentuk Festival yang bersifat kejuaraan atau lomba, sehingga dapat memacu animo masyarakat atau pecinta Pencak Silat maupun para pesilat untuk mengambil peran dalam kegiatan ini.

BACA JUGA:  Danlanudal Tanjungpinang Dukung Kunker Pangdam I/BB ke Wilayah Korem 033 WP

“Pada gilirannya menambah spirit kompetisi untuk memajukan Pencak Silat, khususnya Pencak Silat Tardisional sebagai budaya leluhur suku Bangsa Melayu Nusantara, untuk terus berjaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang Muhammad Nazri mengatakan, Festival Silat Serumpun ini akan diperlombakan dengan kategori perorangan, berdua dan kelompok.

“Tidak ada pertandingan, yang dinilai hanya keindahan gerakan silat. Kita laksanakan selama tiga hari dari Kamis sampai Sabtu,” ujarnya.

Menurutnya, festival ini diikuti perguruan silat se-kota Tanjungpinang, selain itu juga diikuti perguruan silat dari negara tetangga Malaysia. “Perwakilan Malaysia ada enam orang,” ucapnya.

Ia menambahkan, Disbudpar rencanakan festival ini akan menjadi event tahunan dan bisa mengundang peserta negara serumpun lainnya seperti Singapura dan Brunei Darussalam. (RP)

Berita Terkait

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia
Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz
Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik
Tanjungpinang Terima Bantuan Rehabilitasi 589 Rumah Tidak Layak Huni dari Pemerintah Pusat
Wali Kota Tanjungpinang Terbitkan Edaran GAMAS, ASN Boleh Terlambat Demi Antar Anak ke Sekolah
Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:42 WIB

Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:59 WIB

Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:24 WIB

Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:19 WIB

Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Berita Terbaru

100 santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dari berbagai desa di Kecamatan Kundur berkumpul mengikuti Tabligh Akbar bertajuk

Tg. Balai Karimun

100 Santri TPQ Ikuti Tabligh Akbar “Kundur Menghafal Al-Qur’an”

Senin, 3 Agu 2026 - 08:45 WIB