Presiden Jokowi: Kontribusi NU Sangat Luar Biasa Menjaga NKRI

- Publisher

Kamis, 1 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo menghadiri Resepsi Peringatan Hari Lahir ke-101 Nahdlatul Ulama di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (31/1/2024). Foto: BPMI Setpres

Presiden Joko Widodo menghadiri Resepsi Peringatan Hari Lahir ke-101 Nahdlatul Ulama di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (31/1/2024). Foto: BPMI Setpres

INIKEPRI.COM – Presiden Joko Widodo menghadiri Resepsi Peringatan Hari Lahir ke-101 Nahdlatul Ulama di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (31/1/2024).

Dikutip dari siaran pers BPMI Setpres menyebutkan, Presiden Jokowi mengucapkan selamat hari lahir kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan mengapresiasi komitmen NU dalam membela dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kontribusi Nahdlatul Ulama sangat ke luar biasa dalam menjaga NKRI, menjaga Pancasila, menjaga Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi memandang bahwa sikap toleran bangsa Indonesia, ajaran moderat yang menjadi inspirasi dunia adalah berkat komitmen dan kerja keras para kiai dan ibu nyai, serta para santri di seluruh tanah air Indonesia.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Bintan Antusias Sambut Kunjungan Presiden Jokowi

BACA JUGA:

Cen Sui Lan Serahkan Bantuan 1 Unit Ambulans untuk Nahdlatul Ulama Batam

“Untuk itu kami menyampaikan terima kasih dan terus mohon kontribusi Nahdlatul Ulama untuk keutuhan sekaligus kemajuan NKRI yang kita cintai ini,” imbuh Presiden.

Acara tersebut juga dilakukan sekaligus dengan peresmian Gedung Kampus Terpadu Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, serta Kick-Off Pembangunan MBZ College For Future Studies. Presiden Jokowi menilai pembangunan kampus tersebut sebagai sebuah lompatan kemajuan 50 tahun ke depan bagi Nahdlatul Ulama.

“UNU Jogja harus disiapkan menjadi luar biasa, menjadi lokomotif lompatan kemajuan bagi lembaga pendidikan tinggi NU secara nasional. Singkatnya, ide UNU Jogja menjadi lokomotif kemajuan pendidikan NU itu disepakati,” ungkap Presiden.

BACA JUGA:  Kabinet Indonesia Maju Tetap Kompak Bekerja

Sebagai lokomotif kemajuan pendidikan, lanjut Kepala Negara, UNU Yogyakarta tidak boleh hanya bangga pada gedungnya, tetapi yang utama bangga pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Selain itu juga bangga terhadap pendidikan unggulnya untuk mencetak intelektual Nahdliyin yang kompetitif di dunia profesional dan sukses menjadi entrepreneur.

“Tadi saya melihat, saya kaget juga ada yang belajar mengenai robotik, belok ke sebelah kanan ada yang belajar Bitcoin. Belok ke sebelah kiri lagi ada yang belajar reksadana dan saham, serta investasi. Ini betul-betul sebuah lompatan. Juga belajar mengenai artificial intelligence,” tutur Kepala Negara.

BACA JUGA:  Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Palestina

Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohammad Bin Zayed Al Nahyan melalui Menteri Energi dan Infrastruktur PEA, Suhail Al Mazrouei, atas dukungannya dalam pembangunan UNU Yogyakarta. Presiden juga berterima kasih atas persahabatan dan dukungan yang diberikan masyarakat Persatuan Emirat Arab untuk Indonesia.

“Dukungan itu sangat penting bagi NU dan juga bagi masyarakat Indonesia untuk menyiapkan SDM-SDM masa depan yang menguasai pengetahuan dan keterampilan masa depan untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan peluang-peluang di masa yang akan datang agar Indonesia berada di barisan depan negara-negara maju,” tandas Presiden Jokowi. (DI)

Berita Terkait

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK
Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terbaru