Dapatkan Kekebalan Optimal, Anak Perlu Lengkapi Imunisasi Polio

- Publisher

Jumat, 19 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Menindaklanjuti temuan kasus polio tipe 2 di Provinsi Nangro Aceh Darusalam, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, Kementerian Kesehatan menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Indonesia. Untuk mencegah penularan polio, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio mulai 23 Juli 2024.

“PIN Polio tahap pertama akan dilaksanakan selama satu pekan, mulai tanggal 23 sampai dengan 29 Juli 2024. Kegiatan ini menargetkan sasaran sekitar 33 ribu anak usia 0 sampai dengan 7 tahun 11 bulan di Tanjungpinang, tanpa melihat status imunisasi sebelumnya,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto, Kamis (18/7).

BACA JUGA:  Gerak Cepat Pemko Tanjungpinang, 75 Ton Air Bersih Disalurkan: Distribusi Masih Terus Berlanjut

Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral terkait pelaksaaan PIN Polio yang difasilitasi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang Selasa (16/7) lalu, lanjutnya, PIN Polio tahap pertama akan dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas, sekolah, dan beberapa titik pelayanan kesehatan lainnya. Setelah tahap pertama, dua minggu setelahnya akan dilanjutkan kembali dengan pemberian imunisasi tetes polio tahap kedua.

BACA JUGA:  Pemko Tanjungpinang Buka Layanan Pengaduan Masyarakat untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Teguh mengimbau agar orang tua yang memiliki anak usia 0 sampai dengan 7 tahun 11 bulan untuk kembali memberi imunisasi tetes polio, meski sebelumnya mungkin telah memberikan imunisasi lengkap. Sebab pada PIN Polio yang akan dilaksanakan mulai 23 Juli nanti, akan diberikan vaksin tipe 2. Sementara vaksin polio yang diberikan pada imunisasi sebelumnya, pada umumnya adalah vaksin tipe 1 dan tipe 3.

BACA JUGA:  KPU Kepri Tetapkan Daerah Pemilihan dan Kursi DPRD Pemilu 2024 Tak Berubah

“Satu kejadian polio yang terjadi, sudah cukup dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan KLB Polio. Sebab penyakit ini sangat menular, dan penularan bisa terjadi melalui mulut, makan yang tidak higienis, atau air yang tercemar tinja. Untuk mendapatkan kekebalan optimal terhadap terhadap virus polio, anak harus mendapatkan imunisasi lengkap. Vaksin polio ini akan, dan dinyatakan halal,” ungkap Teguh.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah
BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum
MTQH XX Tanjungpinang 2026 Resmi Dibuka, Melayu Square Bergemuruh Penuh Semarak
Bikin Siswa Antusias, ‘Naruto, One Piece dan Vampir’ Antar Makanan Bergizi ke MIN Tanjungpinang
Komisi IX DPR RI Tinjau Tambak Udang di Tanjungpinang, Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 07:40 WIB

Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Selasa, 28 April 2026 - 09:18 WIB

MTQH XX Tanjungpinang 2026 Resmi Dibuka, Melayu Square Bergemuruh Penuh Semarak

Kamis, 23 April 2026 - 09:00 WIB

Bikin Siswa Antusias, ‘Naruto, One Piece dan Vampir’ Antar Makanan Bergizi ke MIN Tanjungpinang

Kamis, 23 April 2026 - 07:06 WIB

Komisi IX DPR RI Tinjau Tambak Udang di Tanjungpinang, Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Berita Terbaru