Anaknya Meninggal Dunia, Tomas Lature Menuntut Keadilan atas Tindakan RS. St Elisabeth Batam Kota

- Publisher

Selasa, 10 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tomas Lature saat di RS. ST Elizabeth Batam Kota. Foto: INIKEPRI.COM

Tomas Lature saat di RS. ST Elizabeth Batam Kota. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Hasil dialog antara RS. St Elisabeth Batam Kota dengan pihak keluarga korban pasien NEL belum membuahkan hasil yang baik. Pihak keluarga merasa tidak puas dengan jawaban – jawaban yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

Diketahui, pasien NEL (umur 6 bulan) meninggal pada Jum’at (6/12), diduga akibat dari kelalaian penanganan yang tidak serius dari dokter IGD RS St. Elisabeth Batam Kota, Kota Batam.

Dalam dialog yang dipimpin Direktur RS Santa Elisabeth Batam Kota, dr. Sahat Hamonangan Siahaan dan digelar pada Senin (9/12/2024), kedua dokter IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang bertugas saat itu, dokter Nisa dan dokter Tiara. Menurut info yang diperoleh media ini, kedua dokter tersebut mengaku salah dan lalai dalam pemberian bantuan medis terhadap alm. NEL.

BACA JUGA:  Bertolak ke Kalimantan Utara, Akhmad Rosano Bakal Lantik Ince A Rifai Sebagai Ketua DPW PKSS Kaltara

Dari perwakilan keluarga, Noma Laia menyoroti tentang pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter Nisa dan dokter Tiara pada Minggu kemarin (01/12), dimana keluarga telah datang dua kali dengan waktu yang berbeda ke RS. St Elisabeth Batam Kota untuk mendapatkan bantuan medis secara serius. Karena alm. NEL mengalami batuk, muntah, mencret, hingga mulai sesak napas karena dahak batuknya tak bisa dikeluarkan.

“Penjelasan kedua dokter tadi adalah hasilnya bagus, normal, dan stabil. Namun, kenapa saat dibawa ke rumah sakit lain, di RS Hj. Bunda Halimah, pada esok paginya, Senin (3/12), anak kami di deteksi dengan diagnosa infeksi pada paru-paru ? dan disampaikan bahwa penanganannya sudah terlambat. Sebelumnya juga, Puskesmas sudah mengeluarkan statement bahwa anak kami, alm. NEL sudah terlambat penanganannya,” ungkap Norma Laia seusai dialog antar kedua belah pihak.

BACA JUGA:  Pemko Batam Siapkan Dua Rumah Sakit Rujukan Cacar Monyet

Sementara itu, seorang pemuda yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masyarakat Batam, Tomas Lature merasa berang dengan sikap pihak RS. St Elisabeth Batam Kota. Bahkan, dirinya geram saat mendapatkan secarik kertas klarifikasi yang diduga RS. St. Elisabeth Batam Kota melakukan fitnah dengan keluarga pasien.

“Saat berdisikusi tadi, kedua dokter mengakui kesalahannya namun tidak ada kata maaf atau seperti apa bahkan hasilnya juga tidak ada. Kemudian, beberapa hari yang lalu, saya dapat surat klarifikasi. Di dalam surat itu disebutkan bahwa RS. St Elisabeth Batam Kota menyarankan rawat inap pasien tersebut. Sementara dari pengakuan keluarga, ibu dari alm. NEL lah yang memohon untuk dirawat inapkan supaya mendapatkan atensi dan penanganan medis secara serius. Bahkan, saat diminta rawat aja, dokter Tiara merasa kaget,” kata Tomas Lature, yang juga kerabat dari keluarga pasien.

BACA JUGA:  Dewan Kawasan Batam Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam Sebagai Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam

Tomas Lature yang juga sebagai penggiat sosial ini meminta kepada pihak – pihak terkait untuk mengecek sistem pelayanan dokter di RS. St Elisabeth Batam Kota.

“Saya meminta agar instansi terkait, Menteri Kesehatan Budi Sadikin hingga Presiden Prabowo Subianto untuk memperhatikan kinerja dokter yang bertugas di RS. St Elisabeth Batam Kota. Saya bersama keluarga akan terus berupaya untuk menuntut keadilan untuk itu,” pungkasnya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Halalbihalal Seibeduk, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Persatuan Bangun Batam
PT Indo Matra Powerpoint Tahan THR dan Gaji 12 Karyawan, Disnaker Diminta Turun Tangan
Reses di Taman Sari Hijau, Rival Pribadi Serap Aspirasi dan Dorong Warga Kompak
Tinjau Pelabuhan Internasional Batam Center dan Harbour Bay, Amsakar – Li Claudia Komitmen Benahi Kualitas Layanan Penumpang
BPK Kepri Apresiasi Batam Sampaikan LKPD 2025 Tepat Waktu
Tahun Perdana Amsakar–Li Claudia, Pendapatan Batam Tembus Rp4,29 Triliun
Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis 2027, Target Pendapatan Rp5,2 Triliun
Istisqa di Tengah Kekeringan, Ketua DPRD Batam Ajak Warga Perkuat Doa dan Kepedulian Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 08:07 WIB

Halalbihalal Seibeduk, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Persatuan Bangun Batam

Rabu, 1 April 2026 - 06:10 WIB

PT Indo Matra Powerpoint Tahan THR dan Gaji 12 Karyawan, Disnaker Diminta Turun Tangan

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:41 WIB

Reses di Taman Sari Hijau, Rival Pribadi Serap Aspirasi dan Dorong Warga Kompak

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:34 WIB

Tinjau Pelabuhan Internasional Batam Center dan Harbour Bay, Amsakar – Li Claudia Komitmen Benahi Kualitas Layanan Penumpang

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:57 WIB

Tahun Perdana Amsakar–Li Claudia, Pendapatan Batam Tembus Rp4,29 Triliun

Berita Terbaru