Menko Perekonomian Optimis Target Pertumbuhan 8 Persen Bisa Dicapai

- Publisher

Kamis, 12 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Humas Ekon

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Humas Ekon

INIKEPRI.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 8 persen dalam lima tahun ke depan memantik upaya-upaya serius Pemerintah untuk mewujudkannya. Investasi di Indonesia juga ditargetkan mencapai Rp1.900 triliun pada 2025.

Untuk itu, penguatan kerja sama internasional, peningkatan investasi berorientasi ekspor, akselerasi ekonomi digital, transisi energi baru terbarukan, hingga hilirisasi pun gencar dilakukan Pemerintah.

“Tentu kebijakannya adalah konsumsi, investasi, dan ekspor. Jadi, rumus konsumsi, investasi, dan ekspor ini sepertinya berulang. Kalau yang lalu mengandalkan CPO, tekstil, dan migas, kalau sekarang kita menambah dengan hilirisasi, ekonomi digital, dan yang kita juga harus bentuk adalah semikonduktor,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2024 di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

Pada kesempatan tersebut Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa dalam proses peningkatan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah tidak ingin ekonomi Indonesia bergantung pada komoditas atau bahan mentah berlanjut.

BACA JUGA:  Relawan di Kepri Deklarasikan Dukung Airlangga Hartarto Jadi Capres 2024

Pemerintah tidak ingin fenomena Dutch Disease terjadi di Indonesia karena ketika harga komoditas turun kesejahteraan masyarakat akan terganggu. Kemudian dari segi hilirisasi, Menko Airlangga mengatakan bahwa perlu dilakukan pendalaman struktur di industri sektor manufaktur karena akan mendorong nilai tambah dan sektor manufaktur berkontribusi hampir 20 persen dari GDP Indonesia.

Kemudian dalam kesempatan tersebut Menko Airlangga juga mendorong pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengarahkan agar KEK harus terus ditumbuhkembangkan. Menko Airlangga menegaskan bahwa beberapa KEK masih butuh perhatian khusus.

Lebih lanjut Menko Airlangga juga menyebutkan KEK hilirisasi, yakni KEK Gresik, telah berjalan dengan baik dengan produksi emas sebesar 60 ton per tahun. Menko Airlangga mengatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan Pemerintah yang berusaha membentuk bullion bank.

BACA JUGA:  Pemerintah-BI Sepakati Strategi Pengendalian Inflasi

Selanjutnya Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa Pemerintah juga mendorong komoditas lain yang berbasis pasir silika karena pasir silika Indonesia merupakan salah satu yang terbaik. Tak hanya itu, Pemerintah juga serius membangun ekosistem semikonduktor, termasuk menyiapkan SDM yang unggul untuk mendukung ekosistem semikonduktor di Indonesia. Menko Airlangga menegaskan bahwa semikonduktor penting karena dalam era digitalisasi, tidak ada satu equipment yang tanpa semikonduktor.

Terkait energi baru terbarukan, sejumlah upaya telah dilakukan Pemerintah, antara lain yakni komitmen Indonesia mengakselerasi green energy yang disampaikan dalam forum G20 maupun pertemuan APEC.

BACA JUGA:  Senam Sehat Bersama Cen Sui Lan di Nagoya Thamrin City Berlangsung Meriah

Selain program geothermal dan green energy lainnya, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa terdapat program pengembangan energi berbasis nuklir karena sistemnya dianggap sebagai energi bersih dan dengan cost yang relatif bersaing.

Sejumlah upaya tersebut dilakukan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional demi kesejahteraan masyarakat. Menko Airlangga menegaskan bahwa upaya-upaya tersebut merupakan upaya meningkatkan produktivitas dari investasi yang dilakukan.

“Target pertumbuhan 8 persen itu bisa dicapai. Sekarang investasi kita 30 persen dari GDP. Tetapi dengan ICOR sekitar 6, maka pertumbuhan kita memang 5 persen. Tetapi kalau kita bisa tekan ICOR seperti di era sebelum krisis keuangan, ICOR kita 4, maka investasi di 32 persen. Dengan ICOR 4, pertumbuhannya 8 persen,” pungkas Menko Airlangga.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kabar Baik bagi Pelanggan PLN Batam! Kompensasi Blackout Otomatis Masuk Tagihan November
Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan
80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar
Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta
Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji
Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik
Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Kabar Baik bagi Pelanggan PLN Batam! Kompensasi Blackout Otomatis Masuk Tagihan November

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:25 WIB

80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji

Berita Terbaru